Pelestari Sejarah dan Budaya Dayeuhluhur, Ceceng Rusmana saat menyampaikan materi sejarah Dayeuhluhur melalui zoom meeting. Rabu, (13/07/2022).
CILACAP, Media3.id – Dalam seri bincang sejarah ke-12 membahas mengenai sejarah atau asal usul dari Dayeuhluhur yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) pada Rabu, (13/07/2022).
Seri bincang ini menghadirkan 4 pembicara yaitu Ceceng Rusmana, Muhammad Mukhtar Zaedin, Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum, dan Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum., Acara berlangsung selama 2 jam melalui Zoom Meeting dan dihadiri lebih dari 100 partisipasi masyarakat.
Pelestari Sejarah dan budaya Dayeuhluhur, Ceceng Rusmana menjelaskan sejarah Dayeuhluhur dalam pemetaan alur sejarah pulau Jawa. Menariknya sebelum masuk ke dalam materi, beliau melakukan sebuah tradisi unik yaitu meminta izin kepada leluhur di Dayeuhluhur karena akan diulas sejarahnya dengan membaca doa khusus.
“Sebenarnya Dayeuhluhur ini perpaduan antara orang Sunda dan Jawa. Namun didominasi oleh suku Sunda,” ucapnya dalam webinar, selaku pembicara pertama.
Selain itu terdapat beberapa jejak sejarah seperti cerita tutur, budaya, jejak sejarah benda.
“Contoh jejaknya seperti melalui cerita tutur seperti Kidung Kawih Runcang, terus budaya seperti acara adat yaitu sedekah kupat, dan sejarah benda seperti senjata pusaka,” katanya.
Pembicara kedua, Muhammad Mukhtar Zaedin menurutnya Dayeuhluhur berasal dari salah satunya cerita dari Parahiyangan Sumedang.
“Bahwa Dayeuhluhur atau Pasirluhur adanya dimulai dari tokoh-tokoh Pajajaran. Seperti dalam cerita Parahiyangan Sumedang yang menceritakan 4 sekawan (1 Jawa dan 3 Sunda) sehingga membentuk Kerjaan Dayeuhluhur,” tuturnya.
Sementara itu pembicara Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum., melihat antusias berbagai lembaga dalam acara pembahasan bertema sejarah Dayeuhluhur.
“Ini keren responnya sangat luar biasa dalam acara webinar. Sejarah lokal harus kita jaga. Sejarah adalah sebuah kehidupan karena kehidupan itu sejarah. Maka studi sejarah jangan diabaikan,” harapnya.
(Iman)





