Dua Jam Setubar Membara Akibat Bentrokan Massa Melanesia Dengan NTT

  • Whatsapp

Massa Melanesia saat menyampaikan aspirasi dan menanyakan perkembangan penyelidikan kasus keributan di Glow Karaoke yang telah mengakibatkan korban salah sasaran seorang teman mereka. (Foto: Shaleh Rudianto)

SLEMAN (DIY), media3.id- Kerusuhan terjadi di sekitar Seturan dan Babarsari [Setubar; red] di Caturtunggal, Depok, Sleman, Senin (14/7/2022) siang dari jam 11.00 WIB sampai dengan 13.00 WIB. Enam motor dibakar.
Perusakan ini adalah buntut dari keributan di tempat karaoke di Seturan pada Sabtu (2/7/2022) dini hari sebelumnya.

Read More

Pada kerusuhan Senin siang, empat mobil pemadam kebakaran dikerahkan.
Komandan Regu 4 Damkar Sleman, Bayu Ibrahim Aji, mengatakan Damkar memperoleh informasi mengenai kebakaran sepeda motor sekitar jam 11.00 WIB.

“Pemadaman berlangsung sekitar 30 menit. Ada enam sepeda motor terbakar. Ada outlet dan ruko yang dirusak ,” ucapnya, Senin (04/07/2022).

Kapolres Sleman AKBP Achmad Imam Rifai menuturkan kedatangan ke Polda DIY untuk penyampaian pendapat. Mereka menanyakan perkembangan penyelidikan kasus di Glow Karaoke, Seturan. Terutama para tersangka atas kasus penganiayaan di lokasi tersebut.

Suasana detik-detik menjelang pecah bentrokan Kelompok Melanesia dengan Kelompok NTT, Senin (4/7/2022) di kawasan bisnis Setubar. (Foto: Shaleh Rudianto/media3.id)

Setelah menyampaikan pendapat di Mapolda DIY, massa berjalan menuju Seturan dan Babarsari. Rifai menuturkan timnya mengawal secara ketat, termasuk adanya perbantuan dari Satbrimob Polda DIY.

“Ada penyampaian pendapat dari teman-teman yang merupakan tindak lanjut peristiwa kemarin (keributan di Glow Cafe& Karaoke) dan adanya salah satu korban yang merupakan teman mereka yang sesungguhnya adalah salah sasaran,” ujarnya.

Terkait penanganan kasus Glow Karaoke, Rifai memastikan berada di tangan Polda DIY. Laporan polisi telah diterima dan masuk tahap penyidikan, juga memeriksa sejumlah saksi atas kejadian tersebut.

Dalam kasus Glow Karaoke tersebut, lanjut Rifai, ada tiga korban. Luka-luka yang dialami para adalah memar pukulan benda tumpul dan sabetan senjata tajam.

“Jadi memang tentang kejelasan perkara. Dari Polres, Polsek, Polda dan TNI telah komunikasi dengan mereka dan alhamdulilah bersedia berkomunikasi dan mau kembali dan ada perwakilan dipertemukan ke penyidikan untuk perkaranya,” kata Rifai.

Suasana blokade jalan Ring Road Utara depan Mapolda DIY saat massa Melanesia menyampaikan aspirasi dan menanyakan perkembangan penyelidikan kasus Glow Karaoke, Senin (4/7/2022).

Rifai mengimbau agar kelompok masyarakat tak termakan provokasi. Selain itu juga mempercayakan seluruh penyidikan ke pihak kepolisian, sehingga tidak melakukan aksi main hakim sendiri atau balas dendam.

• (Shaleh Rudianto)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *