Kabupaten Tangerang(Banten), Media3. Id
Pemerintah kecamatan Pakuhaji, camat didampingi sekecam dan kasi Ekbang mengklarifikasi terkait pembangunan yudit dikampung Gardu pojok Rt 02, Rw 03,Desa keramat, kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang yang kondisi pembangunan Saluran menggunakan yudit lebih tinggi dari bahu jalan.
Camat Pakuhaji Asmawi membenarkan adanya kegiatan pekerjaan pembangunan yudit yang merupakan proyek Penunjukan langsung (PL) bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Tangerang tahun 2021 lalu, dan merupakan pagu anggaran kecamatan Pakuhaji dengan sekitar hampir seratus juta.
“Betul, memang itu PL kecamatan dari APBD tahun 2021 yang anggaran hampir seratus jutaan,” jelas Asmawi saat ditemui awak media diruang Aula kecamatan Pakuhaji, jumat (22/07/2022).
Asmawi mengakui bahwa pekerjaan pembangunan Saluran yudit tersebut dinilai kurang tepat, karena posisi yudit lebih tinggi dari bahu jalan.
“Pihak kecamatan sudah memanggil kepala Desa Keramat, insyaallah nanti akan ada solusi. Langkah awal akses jalan yang tergenang air dan becek akan kami urug menggunakan puing yang ada dikantor kecamatan,” jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh sekretaris kecamatan Oman Apriaman, menjadi masalah dilematis, karena pemasangan yudit awalnya merupakan permintaan warga masyarakat, namun setelah yudit terpasang menimbulkan dampak akses jalan warga selalu tergenang air dan becek karena saluran air yang tersumbat karena keberadaan yudit yang lebih tinggi dari bahu jalan.
“Kami akan segera tindak lanjuti hal ini, dan kita akan kita ambil langkah cepat, terlebih dahulu akses jalan kita urug dengan puing agar tidak becek,”, jelas Oman.
Kepala Seksi (Kasi) Perekonomian dan Pembangunan Pakuhaji Ropikoh, menjelaskan, bahwa pembangunan yudit diatas bahu jalan merupakan keinginan warga, dengan tujuan agar air dari empang tidak mengalir dan naik kepemukimab warga.
Kasi Ekbang berencana akan mengguruk akses jalan agar posisi sejajar dengan ketinggian posisi yudit menggunakan puing.
” Dalam waktu dekat akses jalan akan diurug menggunakan puing hingga badan jalan sejajar dengan tinggi yudit, dan untuk selanjutnya akan dipasang paving blok, yang akan kami anggarkan di ABT (Anggaran Biaya Tambahan) tahun 2022 ini.
“Perlu diketahui. Pemasangan saluran yudit yang berada diatas bahu jalan dan lebih tinggi dari badan jalan membuat warga sekitar mengeluh karena akses jalan yang dilewati selalu tergenang air, becek dan banjir dampak setelah pemasangan yudit dilokasi kampung Gardu Pojok Desa Keramat.
(dia/v)






