KARAWANG (Jawa Barat), media3.id – Rumah Sakit Khusus Paru (RSKP) Jatisari Karawang yang diresmikan oleh Bupati Karawang dr Cellica Nurramdhadiana Rabu, (30/12/2020) Ternyata biaya pemeliharaan bangunan gedung RSKP tersebut di tahun 2022 bakal menghabiskan anggaran sebesar Rp 3.374.373.560.
RSKP Jatisari merupakan salah satu RS Khusus Paru yang besar di Jawa Barat. Didirikan di atas lahan seluas kurang lebih 2,2 hektar di Desa Mekarsari, Kecamatan Jatisari Karawang. RSKP dibangun dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembaku (DBHCT) sebesar Rp. 148 miliar.
RSKP Jatisari sudah beroperasi sejak Maret 2020. Terutama saat wabah virus corona mulai ditemui di Karawang.
Walaupun baru 16 bulan pasca diresmikan oleh Bupati Karawang namun anggran belanja pemeliharaan bangunan gedung, Bangunan gedung tempat kerja, bangunan kesehatan anggarannya mencapai Rp 3.374.373.560 ( Tiga milyar, tiga ratus tujuh puluh empat juta, tiga ratus tujuh puluh tiga ribu, lima ratus enam puluh rupiah).
Anggaran pemeliharaan gedung RSKP yang mencapai 3,3 Milyar lebih tersebut membuat ketua DPC LSM LIDIK Karawang angkat bicara karena anggaran tersebut terlalu besar untuk perawatan gedung baru yang diresmikan oleh Bupati Karawang di akhir tahun 2020.
“Anggaran perawatan gedung RSKP terlalu berlebihan karena gedung tersebut baru diresmikan akhir tahun 2020 yang tentunya kerusakannya minim” kata Suhanta ketua DPC LSM Lidik Karawang, Minggu (24/04/22).
Lanjutkan iapun menilai bahwa anggaran tersebut merupakan pemborosan dan yang anehnya lagi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Karawang malah menyetujui, sementara untuk perawatan monumen kebulatan tekad Rengasdengklok dan perawan monumen Rawagede tidak disetujui.
“Aneh kok TAPD malah menyetujui anggara perawatan gedung baru sampai sekian 3,3 Milyar lebih. Sementara perawatan monumen kebulatan tekad Rengasdengklok dan perawan monumen Rawagede malah ditolak” ungkapnya.
Bukan hanya monyori TAPD tapi Suhanta pun menyoroti kinerja DPRD Kabupaten Karawang pada saat rapat Banggar.
“Emang Anggota dewan pada saat rapat Banggar tidak bertanya apah kebutuhan perawatan gedung RSKP yang baru diresmikan akhir 2020” pungkasnya.
DH






