DEPOK (Jawa Barat), media3.id – “Selaku bendahara umum media online pengurus Nasional dan selaku ketua Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Nusantara, berharap besar apa yang disampaikan oleh pemerintah, wajib terealisasi, wajib nyata dan tepat pada sasaran serta dalam pelaksanaannya, masyarakat atau pun para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dapat menerima manfaatnya secara real, bukan hanya diberita ataupun kata-kata anggaran, tapi benar-benar menerima secara nyata”, ucap Bendahara Umum MOI Hj Chandra Manggih kepada media dalam sesi wawancaranya usai kegiatan buka puasa bersama serta santunan kepada yatim, janda dan dhuafa sekaligus dialog Ramadhan dengan mengusung tema Peran Media Online Mendorong Ekonomi Kreatif dan UMKM, yang digelar oleh Perkumpulan Perusahaan Media Online Indonesia (MOI) dan Perkumpulan Wartawan Media dan Online Indonesia (PWMOI) di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MOI Graha Lira Cibubur Jalan H. Sofyan No 110, Radar AURI Cimanggis Kota Depok, Senin (18/4).
Melalui anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui Presiden RI Jokowi terkait Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) sekitar 400 triliun, tentunya ini menjadi langkah bagi para pelaku UMKM yang sudah terdaftar di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
(LKPP) atau Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), sehingga bisa diberikan kesempatan untuk mengembangkan usahanya. Hal ini dikarenakan bahwa para pelaku UKM ini sangat benar-benar mengharapkan agar anggaran ini bisa mereka pergunakan dengan sebaik-baiknya agar usahanya lebih berkembang, tutur nya.

Sementara itu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) seluruh wilayah Indonesia, itu programnya sekitar 40% untuk para pelaku UMKM.
Para pelaku UMKM disini bukan hanya dari segi kuliner saja, tetapi produk Indonesia yang nyata dan real yang mempunyai nilai Tingkat Kemampuan Dalam Negeri (TKDN) nya mencapai minimal 25%. Disinilah peran Media Online bersama-sama para pelaku UKM untuk menjadi jembatan dengan memberikan berita yang menyegarkan serta melakukan pengawalan agar anggaran ini bisa diterima secara nyata oleh para pelaku UKM, lanjut Chandra.
“Memang, pasca di terpa Pandemi COVID 19, para pelaku UMKM merasakan dampak yang cukup besar, namun demikian, saya berharap agar para pelaku UKM dapat kembali bangkit dimana masa pandemi bukanlah suatu halangan untuk berkreasi, untuk itu saya himbau untuk para pelaku UKM untuk tetap semangat dalam menjalankan produktifitasnya”, tutup Chandra.
Nyimas Noeke Noerhani selaku pelaku UKM yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa apa yang sudah kami lakukan bersama media online menjadi jembatan bagaimana memudahkan para pelaku UKM untuk merealisasikan legalitas usaha mereka, kemudian memudahkan permodalannya dan yang lebih penting membantu mereka untuk menciptakan pasar karena mereka harus jualan, Pungkas Noeke. (Ardhie)






