TANGERANG (Banten), media3.id –
Kegiatan normalisasi kali pembuang yang berada di wilayah Kelurahan Salembaran Kecamatan Kosambi dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Sumber Daya Air (UPTD SDA) Wilayah 6 Kabupaten Tangerang.
Kegiatan pengerukan normalisasi merupakan lanjutan pengerukan lumpur sedimentasi dimana kondisi kali pembuang sudah sangat memprihatinkan. Endapan lumpur dan sampah sehingga kali pembuang ini seringkali meluap yang menyebabkan banjir di wilayah Kampung Cilampe Kelurahan Salembaran Kecamatan Kosambi.
Hak ini merupakan salah satu upaya dalam mengantisipasi serta mencegah agar banjir tidak terulang kembali.
H.suwanda SH. Kepala UPTD SDA Wilayah 6 didampingi Ketua RW 03 Alwi Guna dan Ketua RW 01 Nursin Kelurahan Salembaran Jaya saat meninjau langsung kelapangan melihat kegiatan normalisasi lanjutan kali pembuang Salembaran mengutarakan ” Kegiatan norrmalisasi kali pembuang Salembaran ini merupakan kegiatan lanjutan dari wilayah kali pembuang di wilayah Cilampe yang sebelumnya sudah dikakukan normalisasi.
“Pengerukan kali pembuang Salembaran ini merupakan kegiatan lanjutan dari normalisasi sebelumnya yang sudah dilakukan di kali Cilampe Kelurahan Salembaran Jaya, karena kondisi kali pembuang di Cilampe sedimentasi endapan lumpurnya sudah padat serta sampah yang menumpuk hingga saluran air menjadi tersumbat,” kata KAUPTD SDA Wilayah 6 Suwanda, SH, Minggu (30/01/2022).
“Pengerukan normalisasi di kali pembuang Salembaran ini dilakukan sepanjang sekitar 1,8 Kilometer dan merupakan lanjutan pasca pengerukan kali pembuang Cilampe yang berlokasi di wilayah Kelurahan Salembaran Jaya, Kecamatan Kosambi bagian hulu,” ujarnya.
Suwanda menambahkan pengerukan lumpur di kali itu dilakukan dengan mengerahkan satu unit alat berat jenis eskavator ampibi dengan jumlah personil sebanyak 6 orang dibagi menjadi 2 tim.
Kegiatan normalisasi ini para petugas alat berat selain mengeruk kali juga meratakan dua sisi kali yang kondisinya sudah menyempit oleh sedimentasi lumpur dan sampah yang menyumbat hingga aliran sungai menjadi kembali normal.
Upaya normalisasi kali pembuang ini juga dilakukan pengerukan lebih dalam sehingga saat hujan, kali dapat lebih banyak menampung air dan air juga mengalir lancar hingga dapat meminimalisasi genangan.
“Untuk pengerjaan lanjutan sudah dilakukan sejak hari Jumat lalu dan hingga saat ini pengerukan sudah mencapai sekitar 60 pesen, kegiatan pengerukan ini tidak ada target, namun kita akan kerjakan hingga tuntas,” tutupnya.(Dia/v)






