DEPOK (Jawa Barat), media3.id – Kandidat Calon Ketua Umum KNPI Kota Depok Ash Shiddiq didamping oleh Ketua Tim pemenangan Alief Hidayat dan Wakil Ketua Gema Keadilan Rohman Mulyana berserta OKP Pendukungnya Menggelar silaturrahmi dengan para awak media sekaligus menggelar Konfrensi pers.
Sebelumnya pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok IX yang berlangsung di Wisma Kinasih, Kecamatan Tapos, berlangsung ricuh. Kericuhan terjadi lantaran pimpinan sidang dinilai tidak aspiratif terhadap intrupsi peserta Musda dan ‘menabrak’ ADART serta tata tertib.
Menanggapi adanya kekisruhan pada Musda KNPI Kota Depok IX,Ash Shiddiq menggelar pertemuan dengan para awak media sekaligus melakukan konferensi pers yang dilaksanakan di Resto dan Cafe de’Clan, Jalan Siliwangi Kota Depok dan dihadiri oleh perwakilan 20 OKP Pendukung Ash Shiddiq.
Ash Shiddiq menilai bahwa Pesta Demokrasi kepemudaan di Kota Depok melalui Musda KNPI Kota Depok yang dihelat di Wisma Kinasih dianggap cacat hukum. Hal ini dikarenakan adanya beberapa regulasi atau aturan yang dianggap dilanggar hingga berujung dengan protes laporan ke DPW KNPI Jawa Barat.
Ketua pemenangan Calon Ash Shiddiq yakni Alief Hidayat, mengatakan bahwa Gema Keadilan bersama pendukunya akan terus maju di tengah polemik Musda IX DPD KNPI Kota Depok sampai benar-benar terpilih Ketua yang sah dari hasil Musda yang sesuai dengan aturan Musda.

“Apa yang terjadi semua di luar AD/ART dan tartib Musda. Kami dan teman-teman akan terus maju hingga terpilih Ketua yang benar-benar sesuai AD/ART dan tata tertib Musda,” kata Alief kepada media, Sabtu (01/01/2022). Kami ingin menegakkan aturan.
Alief mengatakan, menjelang tengah malam sidang masih berlangsung, namun menjelang sidang keempat pimpinan sidang memberikan waktu untuk istirahat kepada peserta sidang, dan pada saat peserta sidang akan masuk keruangan sidang.
“Aneh kan pintu ruangan sidang langsung ditutup oleh salah satu panitia, melarang peserta dari 43 OKP untuk masuk keruang sidang sehingga untuk melanjutkan sidang lanjutan, disisi lain diputuskan pemilihan aklamasi secara sepihak,” paparnya.
“Diluar ada keributan, didalam sidang terus berlanjut, tau-tau Pimpinan sidang ketok palu menjatuhkan pilihan ke Ketua KNPI terpilih, padahal dokumen Calon kami Ash Shiddiq oleh Jabar dinyatakan Lolos Verifikasi. Dan inilah yang akan kami pertanyakan,” jelasnya.
Sementara itu Wakil Ketua Gema Keadilan Kota Depok Rohman Mulyana, juga mendesak kepada DPD KNPI Jawa Barat untuk tetap melanjutkan proses Musda yang terhenti pada pleno keempat.
“Musda harus tetap dilanjutkan karena belum ada pemanangnya hingga saat ini. Karena kemarin itu baru sampai pleno keempat saat verifikasi balon, belum sampai pada proses pemilihan Ketua. Adanya klaim ketua terpilih dari salah satu kandidat, kami nilai lemah secara hukum bahkan cacat hukum,” paparnya.
Menurutnya calon yang diusungnya yakni Ash Shiddiq dinyatakan telah memenuhi syarat serta lolos verifikasi sebagai calon Ketua.
“Shiddiq diketahui sudah mendapatkan rekomendasi dari tiga PK seperti PK Sawangan, Cipayung dan Pancoran Mas serta lima OKP. Ini sudah memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam tatib dan AD/ART,” tegasnya.
Namun Shiddiq dijegal di tengah jalan pada saat Musda baru memasuki pleno keempat. Hal itulah yang membuat Musda IX KNPI Depok ricuh dan hingga kini belum ada kejelasan kapan akan dilanjutkan.
“Dari empat kandidat yang lolos hanya dua orang yakni Army dan Shiddiq. Anehnya Shiddiq dijegal tanpa alasan yang jelas. Jujur kami telah memiliki dukungan 43 OKP dari total 79 OKP, dan peluang ada di kami,” ungkapnya.
“Tapi kenapa kandidat kami dijegal, padahal secara aturan sudah memenuhi persyaratan. Intrupsi dari teman-teman pun tidak direspon saat pleno, ada apa ini?,” ujar Rohman.
Dari itu, pihaknya meminta ketegasan DPD KNPI Jawa Barat untuk segera menyelesaikan polemik tersebut dan melanjutkan Musda hingga terpilih Ketua.
Ditempat yang sama Calon Ketua KNPI Kota Depok Ash Shiddiq mengatakan, terkait polemik tersebut, dirinya menyerahkan kepada timsesnya dan para pendukungnya, untuk segera melakukan koordinasi dengan SC.
“Tim kan sudah mendapatkan arahan dari DPW KNPI Jabar, Saya minta kepada tim kami segera menyusun langkah-langkah selanjutnya untuk mengantisipasi Musda lanjutan,” tegasnya.
Namun begitu, Ash Shiddiq akan berupaya menyelesaikan persoalan tersebut dan akan ikuti aturan tata tertib yang berlaku di Musda.
“Lebih cepat lebih baik agar bisa selesai semuanya. Kami juga sudah memberikan masukan ke Jawa Barat terkait kondisi di Depok. Dalam waktu dekat ini kami ingin segera pemilihan lanjutan di sidang pleno keempat,” pungkasnya.
Bagaimana demokrasi ini, pemuda kita mau maju, kalau selalu menggunakan cara cara kasar, dan premanisme.
Kalau mau kompetisi ayo dengan cara yang sehat. (Ardhie)






