KENDAL (Jawa Tengah), media3.id- DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kendal telah mengetok palu atau meresmikan rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk tahun 2022. Alokasi APBD 2022 mengusung tema pembangunan yang telah ditetapkan RPJMD pada tahun 2022 yakni Kendal Recovery yang diremikan 26 November 2021.
“Tema pembangunan tersebut untuk meningkatkan dan mengembalikan kondisi ekonomi dan akselerasi pembangunan Kendal di masa pandemi COVID-19 dengan fokus anggaran pada sektor ekonomi, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan,” ungkap Bupati Kendal Dico Ganinduto kepada Media3.id, Rabu (5/1/2022).
Selain menetapkan alokasi anggaran, pada tahun 2022 ini Bupati Kendal juga membentuk 4 dinas baru yang fokus pada bidang ekonomi kerakyatan, industri, tenaga kerja, dan pendapatan daerah. Keempat dinas tersebut adalah Dinas Pendapatan Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah, serta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.
“Pembentukan Dinas Pendapatan Daerah dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah merupakan pemecahan dari Badan Keuangan Dearah, yang bertujuan untuk memisahkan urusan keuangan dan aset internal Pemerintah Kabupaten Kendal dengan urusan peningkatan pendapatan daerah,” terang Dico.

Pemecahan ini, lanjut Dico, dilakukan agar dinas pendapatan mampu lebih fokus dalam mengoptimalkan peningkatan pendapatan daerah seperti menyelesaikan permasalahan pajak, PBB-P2, retribusi, dan sebagainya.
Sedangkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah fokus dalam melaksanakan dan mengelola keuangan pemerintah daerah, seperti distribusi anggaran, optimalisasi sistem keuangan, pengelolaan aset daerah, dan sebagainya.
Selain pengelolaan keuangan daerah, dibentuk juga dinas perdagangan, koperasi, dan usaha kecil menengah (UKM) yang merupakan penggabungan dari dinas perdagangan dan bidang koperasi dan UKM yang sebelumnya adalah dinas perindustrian, koperasi, dan UKM.
“Penggabungan kedua dinas tersebut sangat penting mengingat urgensinya fokus pengembangan ekonomi kerakyatan, yang dalam hal ini berupa optimalisasi pasar tradisional, koperasi, dan digitalisasi UMKM dengan target hingga UMKM mampu ekspor,” ungkap Dico.
Hal tersebut, menurut Dico, akan memperkuat capaian misi yang salah satunya adalah memajukan UMKM Kendal yang didukung dengan infrastruktur mumpuni seperti jalan tol dan pelabuhan.
Terakhir, pembentukan Dinas Perindustrian dan Tenaga kerja yang merupaka penggabungan dari dinas perindustrian, koperasi, dan UKM serta dinas tenaga kerja. Pembentukan dinas baru ini merupakan inovasi baik baik mengingat sektor industri juga memerlukan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) atau tenaga kerja yang siap dan unggulan.
“Pembentukan 4 dinas baru ini diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan APBD 2022 yang telah diketok. Serta mengakselerasi ekonomi dan pembangunan daerah sehingga target pembangunan dapat tercapai pada tahun tersebut dan mendatang. Tentu hal tersebut tidak hanya dapat dilakukan oleh pemerintah daerah, namun juga perlu adanya peran aktif dan keterlibatan dari masyarakat luas,” pungkas Dico Ganinduto.• (Shaleh Rudianto)






