SiGADis Priatim Dorong Percepatan Perekonomian Di Desa

  • Whatsapp

Tasikmalaya, Media3.id – Pengembangan UMKM di 5 Kab/Kota Priangan Timur secara umum diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, digitalisasi, potensi ekspor, dan komoditas unggulan serta program kemandirian ekonomi pesantren.

Berbagai kebijakan untuk mendorong pemulihan ekonomi telah dilakukan selama masa pandemi Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Darjana, pada Selasa(30/11/2021)

Menurut Darjana dengan kolaborasi dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, kami memperkirakan perekonomian di Priangan Timur tumbuh antara 3,4%-4,2% pada tahun 2021, lebih tinggi dari perkiraan ekonomi jawa barat dan nasional
Selanjutnya dengan upaya bersama dalam mendorong pemulihan ekonomi, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Priangan Timur tahun 2022 antara 4,7%-5,5%, searah dengan perekonomian nasional, meskipun berada dibawah perkiraan Jawa barat.

Perkiraan tersebut mempertimbangkan beberapa data antara lain tren pertumbuhan sektor pertanian yang terus menurun dalam beberapa tahun, oleh karena itu perlunya pengembangan digital farming yang melibatkan Petani Milenial dan Pesantren untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Dan kami memperkirakan perekonomian Priangan Timur masih akan ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah.

Sedangkan dari sisi investasi masih perlu didorong. Hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama, untuk mengoptimalkan dampak positif pembangunan infrastruktur Jawa Barat bagian Selatan, dalam mendongkrak perekonomian di Priangan Timur.

Sementara itu, inflasi kota Tasikmalaya sebagai sister city bagi kabupaten/kota di Priangan timur diperkirakan tetap rendah terkendali, sebagai cerminan sinergi dan kerjasama antar daerah di Priangan Timur, dengan perkiraan inflasi pada batas bawah target inflasi 3±1% pada tahun 2021.

Sedangkan pada tahun 2022 seiring dengan prospek pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi akan tetap stabil dan rendah dengan perkiraan sesuai target nasional 3±1%. Namun perlu menjadi perhatian bahwa kedepan terdapat tantangan inflasi impor, akibat peningkatan harga komoditas internasional dan kenaikan inflasi dunia, sebagai dampak dari pemulihan ekonomi terutama di negara maju.

“Karena itu, Bank Indonesia berkomitmen untuk mendukung dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi di daerah masing-masing, dengan penyelenggaraan beberapa agenda kegiatan di Kabupaten/Kota di Priangan Timur.

Selanjutnya kami akan terus berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota di priangan timur, dalam akselerasi digitalisasi di Priangan Timur melalui Strategi Akselerasi Digitalisasi Sinergis Priangan Timur atau SiGADis Priatim, antara lain Touchless Tourism, Masyarakat Syariah Digital, QRIS 1000 Masjid, dan Desa Digital.

Pengembangan ekonomi berupa peningkatan kapasitas UMKM dan Wira Usaha Bank Indonesia (WUBI), mendorong Ekonomi Syariah Pondok Pesantren, memfasilitasi sertifikasi halal produk UMKM unggulan. Berikut pula onboarding UMKM, digitalisasi pertanian, dan asistensi penyusunan laporan keuangan serta pelaksanaan event perluasan akses pemasaran seperti PKPT dan lainnya.

Maka dari itu kami akan bekerjasama dengan seluruh pihak untuk mendorong konsumsi masyarakat melalui publikasi dan komunikasi kegiatan yang tetap mengedepankan belanja bijak serta menjaga kelancaran pasokan antar daerah. Kami turut mendorong seluruh stakeholder untuk meningkatkan pemanfaatan data dalam perumusan kebijakan pemerintah daerah.

Bersama dengan pemerintah Kabupaten/Kota di Priangan Timur untuk melaksanakan media komunikasi dan monitoring dalam upaya optimalisasi pelaksanaan infrastruktur sesuai perpres jabar bagian selatan,” tandasnya

(Mas)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *