Akibat DBD, Dua Meregang Nyawa Belasan Siswa Terjangkit, Dinas Pendidikan Kota Cimahi Intruksikan Guru dan Siswa Lakukan PSN

  • Whatsapp

CIMAHI (Jawa Barat), media3.id – Wabah DBD sendiri kini sudah menjangkit para siswa di Kota Cimahi. Berdasarkan data yang didapat Dinas Pendidikan Kota Cimahi, terkini ada 16 orang siswa Sekolah Dasar (SD) yang terjangkit DBD. Bahkan 2 siswa harus meregang nyawa akibat wabah tersebut.

Maka Dinas Pendidikan Kota Cimahi bakal melibatkan siswa dan guru untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang menjadi tempat berkembang biak nya nyamuk penular Demam Berdarah Dangue (DBD).

Read More

Seperti yang dituturkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Cimahi, Harjono, bahwa pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan di sekolah dan rumah masing-masing untuk mencegah penularan DBD lewat nyamuk aedes aegypti.

“Kita akan melibatkan siswa dan pihak sekolah untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk yang menjadi tempat jentik nyamuk,” tegas Harjono pada.

Harjono mengatakan, dari data yang dikumpulkan dalam sebulan terakhir semula ada 14 siswa SD yang terkonfirmasi positif DBD. Kemudian teranyar naik menjadi 16 orang.

“Kemudian yang wafat awal ada 1 orang yang kami terima kemarin. Kemudian kami menerima informasi lagi 1. Berarti ada 2 siswa yang wafat karena DBD,” ungkap Harjono.

Sementara untuk kasus DBD di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), pihaknya hingga saat ini masih mengumpulkan data pastinya. Untuk SMP kami akan mengumpulkan data,” ucap Harjono.

Dikatakannya, temuan kasus DBD di kalangan siswa ini tentunya menjadi sinyal bahaya yang harus diwaspadai. Apalagi Dinas Kesehatan Kota Cimahi sebelumnya sudah memberikan peringatan mengingat saat ini memasuki musim penghujan dimana jentik nyamuk penular DBD akan lebih berkembangbiak.

Untuk pencegahan, kata Harjono, sesuai hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan pihaknya meminta semua sekolah termasuk para siswa untuk aktif dalam melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungannya masing-masing.

“Kami akan rapat untuk menyusun strategi bagaimana para siswa dilibatkan untuk memberantas jentik rumah dan sekolah, serta sekolah berpartisipasi aktif di kelurahan dalam kegiatan Jumat Bersih (Jumsih),” pungkas Harjono. (Sinta/BS).

.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *