CIMAHI, MEDIA3.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi setiap tahun selalu mengadakan studi Komparatif untuk para wartawan di Kota Cimahi yang awalnya 5 Tahun lalu diprakarsai oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cimahi, saat itu Ketua DPRD Kota Cimahi Achmad Gunawan, SH.
Perjalanan studi Komperatif berjalan sebagaimana biasanya, Bali, Batam, dan terakhir ke Jogyakarta.
Kali ini DPRD Kota Cimahi menggelar kembali study Komperatif ke Pangandaran 17-24 November 2021, dengan quota 40 orang.
Ahirnya PWI Kota Cimahi enggelar rapat kerja pada hari Selasa November 2021, yang diikuti oeh 30 orang anggota dan pengurus dikantor Sekretariat PWI Jalan Pesantren TTUC nomor 8 A Cimahi Utara.
Dari hasil rapat kerja PWI Cimahi, tersebut secara garis besar dan tegas, semua menolak Study Komperatif tersebut.
Seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua PWI Kota Cimahi Laurent Lebuan, menurut Laurent, karena tujuan awal diadakan studi banding dibeberapa kabupaten kota di Indonesia adalah, Jum’at (12/11/2021)
“Biar wartawan dapat menambah pengetahuan dan wawasan termasuk juga melihat dari dekat potensi pembangunan sebuah daerah yang dianggap sudah lebih maju,” terangnya.
Sehingga studi Komperatif yang dilakukan oleh wartawan dan kehumasan DPRD kota Cimahi sudah masuk menjadi prioritas dan contoh bagi daerah lain.
Tapi tahun ini, kata Laurent kembali, PWI Perwakilan Kota Cimahi melakukan protes melalui surat kepada pimpinan DPRD termasuk juga tembusannya kepada Plt Walikota Cimahi Ngatiyana dan Sekretaris Daerah Dikdik Sratno Nugrahawan,
“Pasalnya studi komperatif yang digagasi awal bersama anggota PWI sudah jauh melenceng dari ketentuan dan komitmen yang sudah disepakati 5 tahun silam,” ujar Laurent menyesalkan.
Dengan adanya pelaksanaan studi Komperatif ke Pangandaran yang akan berangkat 17 November kloter pertama dan tanggal 24 November kloter dua, dinilai oleh Laurent, hanya terkesan rekreasi dan sekedar ikut menghabiskan anggaran akhir tahun.
“Kondisi pemulihan wabah covid 19 menjadi alasan Humas DPRD untuk memilih tempat pangandaran ini sudah tidak masuk akal jika dibandingkan tahun lalu masih bisa ke Jogyakarta,” jelasnya.
“Ditambah dengan penentuan quota peserta studi komperatif melibatkan organisasi wartawan lokalpun, hal ini membuat konflik baru antara pekerja media,” jelasnya.
Laurentpun menghimbau agar PWI Kota Cimahi segera mengambil sikap dan keluar dari politik kepentingan birokrasi yang selama ini menempatkan wartawan sebagi mitra untuk memuluskan kepentingan kekuasaan mereka ketimbang memperhatikan kehidupan masyatakat.
“Usulan studi komperatif ini pun datang dari sesama anggota wartawan yang saat itu diprakarsai dan beraudensi dengan pimpinan DPRD didampingi Sekwan sehingga program studi komperatif bisa berjalan dengan anggaran hingga sekarang,” tukas Laurent Kembali.
Lebih tegas lagi Laurentpun menyesalkan sekali dari kondisi politik sekarang menjadi berubah, bahkan menyamakan PWI dengan organisasi lokal lain sehingga membuat ketersinggungan anggota PWI kota Cimahi.
Sehingga Laurentpun berharap pemikiran pejabat yang berani merubah tatanan yang sudah terbangun dengan PWI segera ditinjau kembali,
“Bila perlu dipindahkan jabatannya dari pada muncul persoalan baru yang membuat situasi semakin tidak kondusif,” tegasnya.
Sedangkan menurut Sekretaris Dewan (Sekwan) H Totong Solehudin saat dihubungi via telepon selulernya, karena dia sedang bintek, menerangkan
“Saya kembalikan kepada Allah Ta’ala segala kekuatan. kekuasaan serta pemeliharaan. Dengan segala kerendahan hati kami memohon maaf ternyata niat yang baik itu belum cukup karena memang ada hal teknis yang dirasakan kurang/bahkan tidak tepat.
Seperti yang sayq terima dari PPTK hal studi komparatif saya serahkan sepenuhnya kepadq rekan2 yang akan menjalaninya. Dan didapat info diawali dengan musyawarah.
Tentu harapan kami bahwa hasil musyawarah ini bakal menghasilkan yang terbaik, maslahat dan manfaat.
Tapi bila ternyata hasil tersebut ini belum/tidak memuaskan ya tentu solusinya saya kembalikan lagi kepada peserta untuk dapat kembali dimusyawarahkan.
Semoga Allah mudahkan. Aamiin YRA.” Bebernya.
(Sinta/Bagdja)






