Korp KNPI Kota Cimahi bersama Pengurus KNPI Kota Cimahi yang baru akan tetap menuntut haknya Gedung Pemuda Graha Pancasila Sakti yang dihibahkan ke Pemuda, untuk diberikan ke KNPI
CIMAHI, MEDIA3.ID – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke 93 Tahun Korp Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cimahi yang terdiri dari tokoh tokoh mantan Ketua KNPI, Erik Marhaen, mantan Sekretaris KNPI H Barkah Setiawan juga sebagai anggota DPRD Kota Cimahi dari Komisi II, Muhya, Ade Rahardja, Iwan Jabo, Maktal dan bersama Ketua KNPI Kota Cimahi yang baru Yusuf Handriyana, pengurus dan anggota, serta dihadiri pula oleh Kepala Bidang (Kabid) Pemuda Olahraga pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi Erwandi, secara kebersamaan melakukan silaturahmi yang digelar di Gedung Pendopo DPRD Kota Cimahi Jalan dra Djulaeha Karmita, nomor 5 Cimahi Tengah Kamis (28/10/2021).
Dalam acara silaturahmi tersebut yang mengacu kepada peraturan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat, Korp KNPI dan Pengurus KNPI membahas masalah anggaran bantuan hibah untuk KNPI ditahun anggaran 2022 Sebesar Rp 350 juta dan menuntut hak KNPI terkait Gedung Pemuda Graha Pancasila Sakti berdiri Tahun 1981, yang berdekatan dengan stadion Sangkuriang sekarang beralih fungsi menjadi Gedung Olahraga (GOR) Sangkuriang yang rencananya akan direhabilitasi oleh Pemerintahan Kota Cimahi.
Hal itu harus dipertahankan oleh KNPI sebagai wadah organisasi Kepemudaan di Kota Cimahi,
“Aset yang seperti kita ketahui bahwa, di Sangkuriang itu ada bangunan gedung prasastinya yang ditanda tangani oleh Menteri Dalam Negeri Pak Amir Machmud pada jaman itu, merupakan aset hibah dari Kabupaten Bandung ke Pemkot Cimahi yang namanya Gedung Pemuda Graha Pancasila Sakti, dan gedung tersebut diberikan kepada pemuda” tutur Barkah saat dikonfirmasi usai acara.
Padahal kata Barkah, saat dia menjabat sebagai sekretaris KNPI periode pertama, sudah pernah mengirimkan surat kepada Pemerintah Kota Cimahi, zaman rezim Itoc Tochija, namun kata Barkah surat pengajuan gedung untuk pemuda KNPI ternyata masih tetap diabaikan oleh Pemkot.
“Kebetulan dihari Sumpah Pemuda, Pemuda KNPI kembali menginginkan tempat tersebut dikembalikan kepada hitohnya atau dikembalikan kepada peruntukannya, kalau untuk publik ya pemuda, bukan di isi sama yang lain-lainnya,” jelas Barkah.
Karena pada saat ini, lanjut Barkah, gedung tersebut dengan stadion Sangkuriang satu paket akan ada renovasi pembangunan dari awal, “Pembangunan fasilitas untuk olahraga, sudah merupakan kewajiban Pemerintahan Kota untuk tetap menyediakan tempat bagi pemuda itu sendiri,” tuturnya.

Jadi, tambah Barkah kembali, jangan sampai, dengan adanya pembangunan, justru prasasti diperuntukkan untuk pemuda itu jadi hilang “Hal ini akan menjadi presedent yang tidak baik, andaikata hal itu dilakukan.
Harapan Barkah, karena dirinya saat ini masih ada di Korp KNPI Kota Cimahi, akan menuntut kepada pemerintah untuk tetap menyediakan fasilitas untuk pemuda,
“Mohon maaf kami bisa bersinergis dengan siapapun, misalnya pada hari ini gedung tersebut diserahkan ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), untuk kedepannya kami menuntut hak kami, karena gedung tersebut asalnya juga dihibahkan untuk pemuda, bukan untuk yang lain-lain,” tegas Barkah.
Memang terkait masalah tentang aset dipemerintahan Kota Cimahi, ada permasalahan yang pelik, karena aset-aset tersebut tidak tertata dan terdata dengan baik sehingga peruntukannya pun tidak jelas,” terangnya.
Seperti yang dicontohkan oleh Barkah, terjadinya kasus masalah asset lahan pemakaman di Cipageran dalam proses hukum Kejaksaan Negeri CImahi,
“Karena asset tidak jelas contohnya pembebasan lahan yang sudah milik Pemkot dibebaskan lagi, seharusnya lahan tersebut tercatat di asset, jangan sampai tanah Pemkot dibeli lagi sama Pemkot, maka dari itu salah satunya ini juga, ternyata di Sangkuriang juga ada aset yang dihibahkan kepada pemuda, ini yang akan kita perjuangkan,” ulasnya.
Disisi lain ternyata kalau oleh pemerintah Kota Cimahi gedung pemuda untuk KNPI dipindahkan kedaerah lain, menurut Barkah pihaknya sementara akan tetap betahan dulu, “Karena Kami menginginkan tempat yang strategis seperti itu, adapun bangunannya seperti apa? Jangan sampai nanti KNPI diberi bangunan bekas LKMD, dan jangan lupa, pemuda itu asset lho, KNPI ini sebagai laboratorium asset bangsa yang akan menggantikan kita-kita semua,” tandasnya.
Bahkan kata Barkah kembali, jika pemuda-pemuda diabaikan, “Jangan harap kedepannya yang memimpin Cimahi itu orang CImahi, dan jangan berharap masyarakat Cimahi akan memberikan sumbangsih yang jelas kepada pemerintahan Kota Cimahi, kalau misalnya pemudanya dikebiri, pemudanya dibunuh, dalam arti tidak diberikan anggaran dan fasilitas, jadi harus ada perhatian khusus, 30 persen warga Cimahi itu adalah pemuda,” bebernya.
Begitu pula yang diungkapkan oleh Ketua KNPI Kota Cimahi Yusuf Handriyana terkait masalah gedung Pemuda Graha Pancasila Sakti Sangkuriang, pihaknya dalam langkah pertama rencananya akan melayangkan surat ke Disbudparpora Kota Cimahi,
“Tujuan dilayangkan surat ke Disbudparpora, kami akan mempertanyakan bahwa dalam sejarahnya GOR Sangkuriang ini adalah warisan daripada pendahulu untuk para pemuda, dan mungkin kita akan mempertegas juga, ketika itu ada pembangunan terlaksana, dimana pengganti gedung pemuda nota bene sebagai warisan para pendahulu,” papar Yusuf.
Jadi pada prinsipnya KNPI Kota CImahi akan melakukan langkah-langkah strategis untuk menempuh dan mempertanyakan bahwa gedung pemuda yang akan dibongkar ini akan diganti atau tidak.
“Kalau diganti, untuk penggantiannya dimana? mungkin itu yang akan kita pertegas,”
KNPI itu sendiri menurut Yusuf, pihaknya sangat mensuport terkait pembangunan kota Cimahi, hanya perpindahan gedung pemuda oleh Pemerintah Kota Cimahi, pihak KNPI akan mempertegas perpindahannya kemana saja.
(Sinta/Bagdja).






