KARAWANG, Media3.id- Suryanto, kepala Desa Kertamulya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang. kini mulai dikritik oleh pendukungnya. Karena dianghap tidak menepati janjinya saat ia mencalonkan kepala desa Kermulya. Jumat (13/08/21).
Sebelumnya sejumlah warga Kertamulya mendatangi Kantor Desa, menyampaikan soal 100 hari kinerja kepala Desa Kertamulya yang dianggap melenceng dari visi-misi saat ia kampanye mencalonkan Kepala Desa. adapun visi misinya pada saat itu pertama Bermasyarakat, kedua Jujur dan ketiga Amanah. Namun visi-misi itu belum terlaksana
“sekarang dihubungi saja susah” kata Ade Kosasih kepada Aum sekdes Kertamulya, Senin (09/06/21).
Selain itu iapun menyampaikan kepada sekdes Kertarahayu ada dugaan pemotongan honor pegawai dan dua honor BPD yang belum diberikan “ada dua honor BPD yang belum diberikan padahal haknya” jelasnya.
Bahkan salah satu wargapun menyampaikan ada dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum dibawah pimpinan kepala desa seperti pemotongan BST, dan ada juga warga yang mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) namun penerima manfaat mesti mengeluarkan sejumlah uang yang tidak ada payung hukumnya.
“ada warga yang mendapatkan batuan tapi setelah dapat, mereka mesti mengeluarkan uang” kata warga yang turut hadir saat audiensi pada hari Senin (09/08/21).
Menyikapi kritikan dari masyarat, Suryanto menyangkal bahwa apa yang disampaikan oleh pendukungnya pada saat itu adalah informasi yang kurang benar karena bawahannya pada saat itu hanya menerima pemberian dari masyarakat yang medapatkan bantuan.
“informasi itu tidak benar karena kami kroscek kelapangan. yang ada bawahan saya hanya menerima pemberian bukan meminta” jelasnya. Jumat (13/08/21).
Namun demikian Suryanto menganggap apa yang disampaikan warganya apalagi pendukungnya saat ia mencalonkan kepala desa, akan menjadi sebuah masukan agar kedepannya bisa lebih baik lagi.
“ini masukan buat saya agar kedepannya lebih baik lagi” pungkasnya.
Laporan: Dmn Hr






