Kepala Dinas Sosial P3A dan KB Klaten, Muchammad Nasir
Klaten, Media3.id- Ada 28 anak yang yatim piatu. Mereka dari 17 keluarga yang meninggal karena COVID-19 dengan kategori anak di bawah 18 tahun. Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial P3A dan KB Pemkab Klaten, Muchammad Nasir.
Menurut Nasir, data angka tersebut masih bisa bertambah, karena pendataan masih terus berlangsung. “Itu laporan sementara, ini pendataan masih dilakukan. Kita berharap tidak bertambah dan tidak ada lagi yang menjadi yatim piatu dan semua masyarakat sehat,” lanjut Nasir, Minggu (8/8/2021) siang melalui saluran seluler.
Anak-anak tersebut merupakan anak rentan sehingga diutamakan pendampingan, kemudian kepastian dapat KIS, kepesertaan Bansos PKH, dan lainnya.
Salah satu anak yang menjadi yatim piatu di Klaten yakni bocah M (10) warga Desa Sengon, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. M yatim-piatu setelah ibunya, S (42) dan ayahnya ST (47) meninggal dunia positif Covid-19.
“Kita berkoordinasi dengan desa, kemudian oleh desa sudah diberikan bantuan. Dari keluarga juga sudah, dan kita punya tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) untuk pendampingan,” ucap Plt. Camat Prambanan, Puspo Enggar Hastuti.
Dikatakan Enggar, M memiliki kakak berusia 22 tahun yang kini merantau di luar kota. Ibu M, lanjut Puspo, meninggal lebih dulu saat menjalani isolasi di rumah setelah dinyatakan positif Corona sejak tanggal 1 Juli.
Dikonfirmasi terpisah, Kades Sengon, Agus Sumaryono menambahkan kakak M kini telah pulang dari tempat perantauannya di Batam, setelah ayah dan ibunya meninggal dunia.
“Yang satu 10 tahun dan satunya kerja di Batam. Tapi karena bapak ibunya meninggal lalu pulang menemani adiknya sehingga mereka berdua yatim-piatu,” kata Agus.

Kini M dan kakaknya, lanjut Agus, tinggal bersama neneknya. “Berbagai bantuan telah kita sampaikan, baik dari masyarakat, pemerintah desa, BAZNAS, maupun donatur. Dan pendampingan juga sudah dilakukan. Bahkan ada juga pendampingan dari mahasiswa,” pungkas Agus.
• (Shaleh Rudianto)






