Rumah Sakit Jogja International Hospital (JIH) di Jalan Lingkar (Ring Road) Utara, Kabupaten Sleman, DIY.
Yogyakarta, Media3.id- Terpantau hingga Minggu (27/6/2021) pukul 17.00 WIB, tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) di sejumlah rumah sakit rujukan di Provinsi DIY telah mencapai 100 persen. Rumah sakit-rumah sakit tersebut antara lain RS PKU Muhammadiyah Bantul, RS Panti Rapih, RS Panembahan Senopati Bantul, RS Nyi Ageng Serang Kulon Progo, RS Prambanan, RSA UGM, dan RS Panti Rahayu Gunungkidul. Pengecekan terhadap tingkat BOR selalu diperbarui tiga kali dalam sehari di aplikasi RS online.
Hal ini dikemukakan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes DIY, Yuli Kusumastuti, Senin (28/6/2021).
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengakui tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di Yogyakarta menipis. Angka rata-rata pertambahan kasus terus melonjak antara 500 hingga 600 kasus perharinya. Berdampak terhadap ketersediaan bed yang terus menipis.
“RSUP dr. Sardjito, RSPAU Hardjolukito dan rumah sakit lainnya telah mengubah kamar rawatnya jadi ruang penanganan khusus Covid-19. Sekarang total sudah 1.224 unit, dari awal ketersediaan 941 unit bed, atau bertambah 17 persen”, jelas Sultan di Gedhong Pracimasono Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIY.
Mendampingi Sultan, Sekprov Pemprov DIY, Kadarmanta Baskara Aji memastikan penambahan bed seiring dengan jumlah nakes. Berupa pengalihan dari reguler menjadi penanganan khusus Covid-19. Selain itu juga melibatkan para nakes yang sebelumnya telah aktif dalam penanganan khusus Covid-19. “Nakesnya itu tetap dari rumah sakit yang bersangkutan. Juga dulu yang pernah menangani Covid-19 dipindahkan ke reguler karena kasus turun, sekarang dikembalikan lagi ke (penanganan) Covid-19,” terang Baskara.

Sementara itu sejumlah rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menutup sementara layanan Instalasi Gawat Darurat (UGD) lantaran sudah kewalahan menerima pasien COVID-19 yang terus bertambah.
RS Bethesda Kota Yogyakarta sempat menutup IGD dari Minggu hingga Senin pagi lantaran pasien Covid-19 masih banyak yang mengantri.
“Update terakhir pagi ini, IGD RS Bethesda zona hijau sejak kemarin sudah menerima pasien baru. IGD zona merah (khusu pasien COVID-19) diberlakukan sistem buka tutup, kalau bed tersedia kami terima, kalau sudah penuh kami arahkan ke RS rujukan lain,” kata Kepala Bagian Humas dan Marketing RS Bethesda Adhiyanto Priambodo, Senin (28/6/2021).
Diketahui RS Bethesda mempunyai tempat tidur isolasi pasien Covid-19 dewasa sebanyak 39 dan untuk anak 14 unit. Hingga Senin pagi tempat isolasi masih penuh sehingga pasien di IGD belum bisa masuk.
Situasi serupa juga terjadi pada RS Jogja International Hospital (JIH) di Ring Road Utara, Kabupaten Sleman. RS JIH sempat menutup IGD sejak Minggu (27/6/2021) hingga Senin (28/6/2021) pukul 12.00 WIB.
Humas RS JIH, Febriana Endah Sari mengatakan penutupan IGD karena lonjakan pasien Covid-19 sehingga kapasitas ruang isolasi IGD jadi penuh. “Pagi ini masih full, masih menunggu antrean masuk ke bangsal isolasi. JIH memiliki 37 bangsal isolasi dan 1 ICU Isolasi, tetapi semuanya sudah terisi. Sedangkan yang masih menunggu di IGD ada enam pasien Covid-19”, ungkap Febriana, Senin (28/6/2021).
Lonjakan pasien Covid-19 di DIY terus terjadi. Terhitung pada hari Minggu (27/6/2021) penambahan kasus baru mencapai 830 pasien, merupakan pertambahan tertinggi selama pandemi Covid-19. Imbasnya, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) isolasi Covid-19 jadi mencapai 86 persen.•
(Shaleh Rudiyanto)






