Pasca Lebaran, Kasus Covid-19 di Kabupaten Garut Meningkat Dua Kali Lipat

  • Whatsapp

Petugas Satgas Covid-19 melakukan tugas di suasana pemberlakuan PPKM di salah satu kampung di Kecamatan Bungbulang Garut.

GARUT, Media3.id – Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Garut naik dua kali lipat semenjak pasca lebaran hingga kini pasien terpapar Covid-1 kembali mengisi rumah sakit di Kabupaten Garut.

Wakil Bupati Garut dr. Helmi mengataka dirinya mendapatkan laporan bahwa minggu ini ada peningkatan dua kali lipat yang positif Covid-19, minggu kemarin ada 140-an sekarang 280 dan hingga kini Rumah Sakit Umum (Daerah) Garut sudah mulai penuh apalagi rumah sakit swasta, Rumah Sakit Guntur sudah mulai terisi,” katanya

Maka dari itu, dr. Helmi meminta Satgas Covid-19 baik di tingkat kabupaten maupun tingkat RW (Rukun Warga) untuk melakukan tindakan dan melaporkan jika ada masyarakat yang mempunyai gejala Covid-19.

“Oleh karena itu, saya meminta kepada seluruh satgas kabupaten, kecamatan, desa maupun RW, untuk segera melakukan tindakan-tindakan paling tidak melaporkan segera karena kalau tidak terlaporkan, ada yang sakit tidak terlaporkan, tidak dirawat atau tidak diisolasi, menyebar dan akan menjadi ledakan yang lebih besar,” ujarnya.

Di sisi lain, wabup menuturkan dengan adanya outbreak Covid-19 di Kecamatan Bungbulang pihaknya melakukan pemeriksaan secara reguler agar kasusnya tidak menyebar keluar daerah tersebut. “Ya itulah, jadi kita juga melakukan pemeriksaan yang sifatnya reguler kan, karena kita ada istilah yang namanya karantina exit. Nah karantina exit itu yang dari luar tidak boleh masuk ke kampung tersebut, tapi dari kampung tersebut masih boleh keluar tapi dengan persyaratan diperiksa antigennya,” ucapnya.

Ia juga menuturkan, masyarakat yang belum melakukan pemeriksaan tidak akan bisa keluar dari daerah tersebut, “Nah masyarakat yang melakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini secara reguler, secara rutin kita periksa, kalau positif itu masuk isolasi, kalau negatif dia bisa keluar, kalau belum diperiksa dia tidak bisa kemana-mana,” ungkapnya.

Untuk saat ini, jumlah pasien Covid-19 di Kecamatan Bungbulang khususnya di Kampung Banjarsari adalah berjumlah 37 orang dengan keterangan dua orang pasien dirawat di rumah sakit. “Karena belum ada pemeriksaan lagi, masih 35 (orang) dan laporannya yang 35 ini mulai ada yang gejalanya sedang ke arah berat. Gak boleh ada yang pulang karena dia diisolasi. Ada dua (orang yang dirawat di rumah sakit),” tandasnya.

(Mas)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *