Misteri Hati Nani Tewaskan Anak Pengemudi Ojol Bantul

  • Whatsapp

Kediaman Bandiman, di Dusun Salakan, Desa Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, DIY

Yogyakarta, Media3.id- Kasus sate beracun bermula ketika Bandiman (36), pengemudi ojol (GoJek) yang juga ayah korban, Selasa (27/4/2021) tengah beristirahat di sekitar masjid di kawasan jalan Gayam, Kota Yogyakarta.

Tak berselang lama, datang seorang perempuan muda dengan ciri-ciri masih muda, berkulit putih, tinggi sekitar 165 cm, mengenakan hijab dan baju berwarna krem mendatangi Bandiman bermaksud meminta tolong mengantarkan paket takjil berupa dua kotak makanan berisi lontong dan kudapan dengan sistem offline.

Alasan wanita itu, kata Bandiman, karena mengaku tak memiliki aplikasi. Wanita itu hanya menyampaikan, dua kotak makanan itu dikirim seseorang bernama Pak Hamid di Kawasan Pakualaman untuk seseorang bernama Tomy di Kapenawon, Kasihan, Bantul.

“Dia bilang tidak punya aplikasi tapi ingin mengirimkan paket takjil ke Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul. Untuk mengirimkan paket tersebut, saya meminta ongkos sebesar Rp 25.000, namun wanita tersebut malah memberi Rp 30.000”, kisah Bandiman.

Bandiman lantas mencari alamat yang dituju. Sesampainya di tujuan dan bertemu dengan Tomi (nama orang yang disebutkan Nani), ia justru menolak menerima karena merasa tidak memesan paket takjil.
Tomi juga mengaku tidak mengenal nama Hamid yang tinggal di kawasan Pakualaman.

Bandiman (36), pengemudi ojol GoJek, ayah korban sate beracun Nafa Baiz (10)

Bandiman pun kemudian membawa dua kotak takjil itu pulang kerumah dengan maksud untuk dimakan waktu berbuka puasa.
Makanan tersebut kemudian dimakan bersama istrinya (Titik Rini) dan anaknya Nafa Baiz yang berusia 10 tahun. Korban seketika merasakan ada yang aneh pada rasa sate tersebut.
“Anak saya bilangnya pahit panas dan lari ke kulkas minum. Saat hendak ambil air minum, mendadak dia tersungkur. Istri saya juga muntah”, jelas Bandiman.

Bandiman sempat membawa anaknya ke rumah sakit Wirosaban. Di perjalanan, korban mengeluarkan buih dari mulutnya.
Korban sempat ditangani tim dokter sekitar seperempat jam. Namun nyawa korban tidak tertolong.
“Pihak rumah sakit mengatakan positif kena racun, tapi racunnya apa masih perlu diselidiki dahulu”, tutup Bandiman.

(Shaleh Rudiyanto)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *