Konflik kubu Partai Golkar KBB belum reda gara-gara Musda IV bulan lalu.
NGAMPRAH, MEDIA3.ID – Berdasarkan dugaan terkait konflik internal di tubuh Partai berlambang pohon beringin atau Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Bandung Barat (KBB), masih memanas.
Hal itu dipicu dari hasil Musyawarah Daerah (Musda) ke IV yang berlangsung beberapa bulan yang lalu.
‘Save Golkar KBB’ hal itu mencuat hastage tersebut sebagai babak baru.
Seperti yang dituturkan oleh kader militan Golkar KBB, Ranran Rahardja, terkait hastage, pihaknya membenarkan bahwa ditubuh Golkar KBB muncul Hastage ‘Save Golkar KBB’.
“Kami sangat prihatin dengan munculnya istilah Presidium Golkar KBB, dengan hastage ‘Save Golkar KBB’ para senior Partai Golkar dan Organisasi Pendiri Partai Golkar yang mempunyai rasa memiliki terhadap partainya,” ujar Ranran pada Selasa (25/5/2021).
Dengan adanya kemelut dalam Musda IV yang lalu, hal itu jadi pemicu munculnya hastage tersebut.
Karena kata Ranran bahwa selama 9 bulan, Golkar KBB akibat tidak adanya pengendalian roda organisasi jadi mengalami kevakuman.
Kata Ranran, sebagai pimpinan Kosgoro, organisasi pendiri Partai Golkar, Ranran menyatakan keprihatinannya.
Kekisruhan tersebut diakibatkan salah satu kubu tidak menerima aturan yang sudah dibekukan, sesuai ketentuan partai dalam Musda IV.
Bahkan diakui pula oleh Ranran, memang aturan itu baru diterapkan sebagai implementasi hasil Munas Golkar beberapa waktu lalu.
Hastage ‘Save Golkar KBB’, sebagai motivasi dari para senior Golkar KBB untuk mengukur rasa memiliki partai kepada para kader yang ada.
“Dan hasilnya cukup efektif sehingga akhirnya sejumlah kader yang netral dan ada juga dari kelompok yang berbeda pendapat tadi itu, merespon secara positif bentukan ini,” tandas Ranran.
Bahkan tidak hanya itu saja, untuk para senior dan pendiri Golkarpun menjadi optimis bahwa dikubu partai Golkar dan kader-kadernya nampak masih tetap solid dan kondusif.
Bentukan hastage tersebut menurut Ranran sebagai Ketua Kosgoro bersama Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila Deniswara dan dibantu bersama Hasta Karya lainnya sebagai inisiatif untuk membuat hastage tersebut.
“Kelembagaan yang sementara ini akan tetap ada dan akan tetap eksis serta akan mengawal sampai hasil Keputusan Mahkamah Partai Golkar selesai dan kepengurusan DPD Partai Golkar Bandung Barat terbentuk,” tandasbya.
Sebenarnya menurut Ranran, bahwa Musda IV Partai Golkar sebenarnya belum usai pasca penetapan Ketua Terpilih DPD Partai Golkar Bandung Barat, Ferry Pamawisa, karena masih ada agenda penyusunan kepengurusan DPD Partai Golkar Bandung Barat terbentuk termasuk pelantikannya.
Tetapi, kata Ranran kembali, karena salah satu kubu pimpinan Dadan Supardan tidak menerima hasil musyawarah ini, Dadan menyampaikannya kepada Mahkamah Partai Golkar. Maka harapan akan selesainya persoalan, malah jadi tersendat.
“Kami hanya berharap agar sengketa di internal partai dapat terselesaikan secepatnya,” imbuhnya.
Diduga karena lambannya putusan dari Mahkamah Partai Golkar, akhirnya Kemelutpun tidak akan reda, seharusnya berdasarkan AD/ART keputusan dapat diambil tidak lebih dari 60 hari
“Sebab apabila melebihi waktu itu maka hasil keputusan Musda itu menjadi keputusan sah.” Ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan simpatisan Golkar Darda Abdulah yang setuju Golkar harus diselamatkan.
“Definisi salah disini adalah orang-orang yang berupaya mempertahankan kehendak dalam kenyataan yang salah. Saya tidak akan terlalu jauh membahas Musda karena simple saja syarat ketua itu harus sarjana. Itu syarat pokok,” tegasnya.
Ditambahkan oleh Darda, beruntung masih ada Fraksi Golkar, yang membuat eksistensinya nyata.
“Kalau perihal Plt, kami sangat menyambut baik dan sangat menunggu putusan MP untuk menyelenggarakan musda ulang,” katanya.
(Sinta/Bagdja)






