Test GeNose Bagi Para Penumpang Kereta Api Sudah Mulai

  • Whatsapp

Kepala Stasiun Tasikmalaya Budiono memberikan Test GeNose di Stasiun Tasikmalaya

Tasikmalaya, Media3.id – PT. Kereta Api Indonesia (KAI) secara resmi meluncurkan layanan pemeriksaan GeNose C19 di kegiatan Test GeNose berlangsung di Stasiun Tasikmalaya kelurahan Lengkong Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya.

Kepala Stasiun Tasikmalaya Budiyono mengatakan kegiatan layanan ini merupakan komitmen KAI dalam mendukung program pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di transportasi kereta api dan sebagai perwujudan dari dukungan Bangga buatan Indonesia,” ujar, Jumat(9/4/2021)

Menurut Budiyono, layanan GeNose ini hanya baru pergeseran saja yang tadinya memakai antigen dan sekarang menggunakan layanan GeNose yang harganya jauh lebih murah hanya Rp. 30rb perpenumpang,” ujarnya

Karena kita mengacu pada Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 5 Tahun 2021 dan SE Kemenhub Nomor 11 Tahun 2021, pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan menunjukkan surat bebas Covid-19 dari hasil pemeriksaan GeNose C19 atau rapid test Antigen atau PCR.

Ia menambahkan tes GeNose dilakukan Selama 30 menit sebelum melaksanakan pemeriksaan, calon penumpang dilarang merokok, makan, dan minum (kecuali air putih) untuk meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan GeNose C19.

Pada saat pelaksanaan calon penumpang diminta untuk meniup kantong hingga penuh dan mengikuti arahan dari petugas atau petunjuk yang ada di lokasi pemeriksaan.

Adapun untuk pelaksanaa pemeriksaan tes GeNose dilakukan setiap hari mulai dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB dan Penumpang wajib untuk melakukannya,” ucapnya

Setelah itu, Hasil pemeriksaan yang menunjukkan negatif berlaku 3 x 24 jam sejak dikeluarkan dan dapat digunakan di seluruh stasiun keberangkatan KA Jarak Jauh. Sedangkan jika hasilnya positif, calon penumpang tidak diperbolehkan naik kereta dan bea tiket akan dikembalikan penuh,” paparnya

Mudah-mudahan dengan adanya test GeNose ini, animo masyarakat yang akan melakukan perjalanan jarak jauh meningkat, karena di masa Pandemi Covid-19 jumlah penumpang Kereta Api masih cenderung sepi dan belum ada peningkatan yang signifikan,” imbuhnya

(Mas)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *