KARAWANG, Media3.id- Kepala Desa Sungai Buntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang menjelaskan sebanyak lebih kurang 800 Nelayan dilibatkan oleh PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE-ONWJ) mengambil minyak mentah di perairan laut Karawang.
Saat dihubungi via handphon, Asep, kepala Desa Sungai Buntu menjelaskan, pengambilan minyak mentah yang tercecer dilautan, sistemnya berbeda dengan tahun 2019. Kalau saat ini PHE-ONWJ Membeli minyak mentah dengan harga per enam kilonya seharga Rp 20.000 (dua puluh ribu rupiah).
“inimah masalahnya gini, kalau misalkan nelayan kayak kemarenkan dibatas, kalau sekarangmah istilah kalau basa belimah belilah. Sekarangmah ratusan nelayan sudah turun semua artinya kitamah beli aja dengan angka segitu” kata Asep, Minggu (25/04/2021).
Sedangkan kata Asep, kalau tahun 2019 lalu semua APD divasilitasi dan berapa uang yang harus dikeluarkan untuk membeli APD “kalau misalkan kayak kemarenkan harus divasilitasi itu ini harus berapa itu (uang yang harus dikeluarkan untuk beli APD)” ungkapnya.
dari sekian ratus nelayan yang merupakan warganya terlibat pengambilan minyak mentah hanya diberi APD sebanyak 60 sehingga banyak nelayan tidak memakai APD saat mengambil minyak mentah yang mengandung B3 di lautan
“tetap ngasih tapi enggak semua enggak kekafer belum karena bertahap. APDnya baru nyampe enam puluan karena itukan enggak sekaligus” tuturnya.
diperkirakan nelayan warga Desa Sungai Buntu yang terlibat dalam penhambilan minyak mentah sebanyak delapan ratusan nelayan sedangkan APD yang ada hanya 60.
“kalau nelayan sungai buntu sekitar delapan ratus orang sementara APD baru ada enam puluhan” pungkasnya.
Laporan: Dmn Hr






