Tim DPC LBH HAPI sedang melakukan investigasi di lokasi pantai Sedari melihat minyak mentah
KARAWANG, Media3.id – Nampaknya tidak main-main Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Bantuan Hukum Himpunan Advokat Pengacara Indonesia (DPC LBH-HAPI) Kabupaten Karawang yang siap mendampingi masyarakat menggugat PT Pertamina Hulu Energi Off shore North West Java (PHE ONWJ) soal tumpahan minyak yang membuat nelayan dan petani tambak merugi
Ditahun 2019 tepatnya bulan Juli, perairan pantai Karawang tercemar minyak mentah milik PHE ONWJ. Dari pengakunnnya, minyak yang mencemari pantai Karawang bukan karena kebocoran saat pengeboran di lepas pantai Karawang tapi karena tumpahan.
Dampaknya pada saat itu para nelayan merasa dirugikan, karena hasil tangkapannya berkurang, jaring nelayan kena minyak mentah, petani tambak merugi dan yang lebih memperihatinkan banyak ditemukan ikan mati serta banyak tanaman mangrove juga jadi korban.

pihak PHE ONWJ pun tidak tinggal diam, mereka melakukan pemulihan lingkungan dan memberikan ganti rugi namun belum semuanya sehingga membuat nelayan merasa kecewa.
Kini minyak mentah kembali mencemari perairan karawang, dan lagi-lagi Masyarakat nelayan merasa dirugikan karena hasil tangkapannya menurun drastis.
Lagi lagi Limbah minyak tersebut mulai terlihat pada senen 22/2/2021 setelah di unggah oleh akun facebook kakang ben’Tar. Hal tersebut menjadi perhatian khusus LBH HAPI
Sehingga pada minggu 28/02/2021 LBH HAPI melakukan investigasi ke lokasi tercemar nya tumpahan minyak tersebut.
Ketua investigasi LBH HAPI Ery Ependi SH, mengatakan bahwa dirinya bersama tim telah mendatangi langsung ke lokasi yang terkena pencemaran minyak.
Alhasil intestigasi tersebut membuahkan hasil,dengan menemui beberapa masyarakat baik nelayan maupun pemilik tambak.
“saya dan tim melihat langsung di lokasi yang terkena dampak dari tumpahan minyak, dan investigasi kami ini akan menjadi bahan untuk melakukan gugatan class action kepada PHE ONWJ” kata Ery, Minggu (28/02/21).
Dikatakan Ery bahwa LBH HAPI akan secepatnya merampungkan temuan nya dan dari laporan masyarakat yang terdampak minyak mentah yang membuat nelayan merugi.

” Kami akan secepatnya melengkapi data laporan dari masyarakat yang meminta pendampingan hukum kepada LBH kami. setalah lengkap sudah ,kami akan secepatnya melakukan gugatan ke pengadilan terhadap pertamina PHE ONWJ yang menurut kami telah banyak merugikan masyarakat pesisir ” jelasnya.
Sementara ditempat terpisah ketua HAPI DPC Karawang Dr Syafrial Bakri SE, SH,MH membanarkan dan memerintahkan tim LBH HAPI untuk melakukan investigasi ke lapangan tempat tercemarnya tumpahan minyak yang ada di pesisir pantai karawang.
“saya memerintahkan dan mendukung tim LBH HAPI untuk melakukan gugatan terhadap Pertamina PHE ONWJ, karena banyaknya laporan masyarakat yang meminta bantuan hukum akibat sering terjadi tumpahan minyak yang diduga akibat bocornya pipa minyak yang ada di dasar laut. sehingga kami dan tim harus segera memberikan bantuan hukum kepada masyarakat” jelasnya.
Syafrial Bakri juga mengajak kepada masyarakat Karawang terutama masyarakat pesisir pantai yang terdampak akibat tumpahan minyak mempersilahkan datang ke kantornya di wilayah Cikampek untuk bantuan hukum terkait pencemaran minyak dan lain nya.
Masyarakat yang sudah mulai terdampak limbah tersebut harus siap menerima akibatnya., Yang pasti tentunya bagi para nelayan akan mengurangi pendapatan tangkapan nya. juga berimbas pada pemilk tambak, yang tentunya ikan dan udang akan mati jika terkena limbah tersebut.
Padahal belum juga usai pemulihan lingkungan di pesisir pantai karawang akibat tercemar minyak mentah yang terjadi pada tahun 2019 lalu.
Masih banyak masyarakat nelayan dan para petani tambak yang belum di bayar pengantian kerugiannya akibat limbah minyak yang mencemari berapa tahun lalu. Namun kini sudah harus tercemar limbah kembali.
Sementara kepala Sedari kecamatan cibuaya Bisri membenarkan, bahwa pihaknya telah meminta bantuan hukum kepada LBH HAPI karawang untuk mendampingi masyarakatnya yang terdampak tumpahan minyak.
” Dampak oil spill kembali mencemari pantai Karawang membuat petani tambak merasa resah dengan adanya limbah minyak, karena khawatir masuk ke area tambak ” ucap Bisri, Minggu (28/02/2021).
(Dmn)






