Sedikitnya 243 KK Cairkan BST, Warga RW 1 Kelurahan Tapos Akui Sangat Membantu

  • Whatsapp

Tapos (Depok), media3.id – Proses pencairan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 sesuai dengan yang telah di anggarkan oleh Kementrian Sosial melalui PT Pos Giro Persero tengah berlangsung di wilayah RT.03/01 Kelurahan Tapos Kecamatan Tapos Kota Depok, Rabu (17/2).

Ketua RW 01 Muhari mengatakan bahwa berdasarkan data yang dihimpun oleh pengurus RW, terdata sedikitnya 243 Kartu Keluarga (KK) dan tersebar di empat Rukun Tetangga. Namun demikian dalam pelaksanaannya, data tersebut tidak sesuai karena ada beberapa warga yang tidak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah itu, padahal datanya sudah diajukan dari pihak RT ke pihak RW demikian juga selanjutnya hingga ke Dinas Sosial Kota Depok.
Akan tetapi masih ada saja warga yang tidak kebagian, papar Muhari.

Untuk mekanisme pengambilan BST ini, penerima membawa blanko undangan dari pihak Kemensos melalui kantor pos, kemudian membawa photocopy KK dan KTP dan mengantri untuk dipanggil namanya.
Penerima juga harus menjalankan protokol kesehatan saat melakukan pencairan yakni dengan menggunakan masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan handsanitizer, tutur Muhari.

Dirinya juga menambahkan bahwa ada juga warga lain yang datanya masuk ke wilayahnya. “Memang ada beberapa warga yang dari luar, tapi blanko nya ada di RW 1. Tapi itu di sisihkan dulu untuk pencairannya karena saya lebih mendahulukan warga saya dulu”, jelas Muhari.

Muhari mengaku tidak mengetahui perihal kesimpangsiuran dalam proses pendataan BST tersebut, karena dirinya telah mengajukan data sesuai berdasarkan data warga yang tinggal di wiliyahnya.

Sementara itu, Sefullah selaku warga RW 01 sebagai salah seorang penerima bantuan BST, menyatakan bahwa dirinya merasa terbantu dengan adanya dana BST dari Kemensos ini. “Dalam situasi seperti ini, bantuan tunai dari pemerintah sangat berarti dalam kehidupan kami sehari-hari. Untuk itu saya sangat berterimakasih kepada pemerintah melalui Kemensos atas bantuan ini”, jelas pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh pabrik ini.

Senada dengan Saefullah, Wati sebagai ibu rumah tangga, menanggapi bahwa bantuan ini sangat membantu untuk kelangsungan hidupnya. “Syukur Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, Kami sekeluarga bisa memenuhi kebutuhan makan kami sehari-hari. Karena untuk mengandalkan gaji dari suami yang bekerja sebagai sopir, masih belum mencukupi. Belum lagi kebutuhan yang lainnya. Oleh karena itu, kami sangat bersyukur atas bantuan ini”, jelas Wati.

Namun demikian, kebahagiaan Saefullah dan Wati atas diterimanya bantuan BST ini tidak dirasakan oleh Maksum yang juga bagian dari warga RW 01 sedangkan dirinya adalah ketua Rukun tetangga. Datanya pun telah ia serahkan ke pihak RW untuk dilanjutkan ke jajaran terkait.
“Saya bingung dengan proses pendataan, karena masih saja ada kesimpangsiuran data. Hal ini bukan hanya berdampak kepada saya pribadi, tapi juga kepada warga yang lain yang mana datanya juga telah saya serahkan kepada pihak RW untuk diteruskan melalui pihak terkait”, tukasnya.(Ardhie)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *