KARAWANG, Media3.id- Kepala UPTD Wilayah 2 Rengasdengklok DLHK Kab Karawang, Iki Mustika Nagari akrab di panggil Iki menjelaskan bahwa sampah rumah tangga yang menumpuk di Dusun Warudoyong tidak dibiarkan begitu saja tapi diangkut paling telat pun 2 minggu sekali. Tidak sering karena memang bukan jalur utama alasan klasik armada dan BBM terbatas.
“sampah tetap kita angkut walaupun hanya paling cepat seminggu sekali paling lambat 2 Minggu sekali dikarenakan per 2021 tersedia anggaran sehari kita hanya membuang sampah anggaran 8 ritase dari 6 mobil tersedia ada yang 2 kali ke TPAS Jalupang prioritas pasar dan jalur utama umum” kata Iki saat ditemui di ruangan kerjanya.
Lanjutnya iapun menjelaskan, tentang titik warudoyong hingga saat ini tidak ada pendapatan retribusi dari sampah rumah tangga yang di Dusun Warudoyong walaupun beredar kabar ada biaya yang diminta mungkin oleh oknum untuk biaya kebersihan
“kalau untuk sampah di Warudoyong, Jujur tidak ada pemasukan PAD tapi tetap diangkut titik lain pun sama walau tidak ada PAD kami DLHK tetap angkut harap sabar saja agenda tiap titik objek ada harian 2 harian mingguan sampe dwimingguan karena itu keterbatasan armada namun mulai April biasanya nanti ada tambahan mobil sewa seperti 2020 dari April sampai Desember ada terbantu mobil sewa DLHK anggarkan bila tidak ada berubah pada 2021 ini.
Contoh seperti pasar juga antara pengeluaran anggaran dan pemasukan beda jauh bila sesuai perbup 34 tahun 2018 pasar depan belakang jalur shelbi harus masuk 500rb kali 6 Rit untuk pasar saja satu harinya dikali sebulan berapa namun masuk hanya berapa per bulan data kami ada jauh dari sesuai untuk tarif tersebut jauh dari untung yang ada defisit negara” jelasnya.
Iapun menjelaskan soal Anggaran biaya kebersihan untuk UPTD wilayah 2 yang kantornya di Rengasdengklok, dalam setahun Pemda Karawang mengeluarkan lebih kurang 2 Milyar rupiah, sedangkan PADnya hanya sekitaran 200 jutaan trakhir 2020 Desember rekapnya.
“anggaran untuk biaya pertahunnya mencapai lebih kurang 2 Milyar termasuk gajih pegawai BBM dll sedangkan PADnya hanya 200 jutaan” pungkasnya.
(Daman Huri)






