Kepala DPMPTSP Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Dian Arinda Murni, SH., MM.
Cilacap, Media3.id-Realisasi investasi tahun 2020 di Kabupaten Cilacap turun drastis jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2019 nilai investasi Cilacap mencapai Rp7,2 triliun, tahun 2020 hanya Rp3,9 triliun. Meskipun demikian, realisasi tahun 2020 masih lebih besar dibandingkan target. Cilacap menargetkan capaian investasi 2020 sebesar Rp913 miliar.
Satu di antara penyebab penurunan investasi yaitu tidak ada penambahan investasi dari PT Sumber Segara Primadaya (S2P). PT S2P merupakan pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap.
“PT S2P merupakan salah satu penyumbang investasi terbesar pada tahun 2019, dan pada tahun 2020 tinggal penyelesaian sehingga tidak ada penambahan investasi atau aset,” ucap
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cilacap, Dian Arinda Murni, Selasa (2/2/2021).
Pandemi Covid-19, diakui Dian, juga turut berdampak terhadap capaian investasi di Cilacap. Beberapa perusahaan retail terpaksa menunda rencana untuk membuka usaha di Cilacap.
Di sisi lain, sektor pariwisata dan perhotelan juga terpukul oleh pandemi Covid-19. Hal ini berbeda dengan bisnis perumahan yang masih bertahan di tengah pandemi.
“Pemkab Cilacap terus berupaya memperbaiki dan mengembangkan iklim investasi. Salah satunya melalui pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) yang ditargetkan selesai pada 2021 ini,” ucapnya.
Pemkab Cilacap mengalokasikan anggaran Rp14 miliar untuk pembangunan MPP. Lokasinya di Jalan Tentara Pelajar, tidak jauh dari Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Cilacap.
MPP akan mengintegrasikan 42 layanan publik dalam satu atap. Di antaranya layanan administrasi kependudukan, perizinan, pembayaran pajak, PDAM, Samsat, BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, Taspen, dan BPN.
“Kami berharap MPP dapat meringkas seluruh pelayanan, sehingga masyarakat dapat mengurus perizinan secara efektif dan efisien,” pungkas Dian.•
(Rudolf PK/Shaleh Rudianto)






