Dalam Musim Penghujan, Masyarakat Cimahi Waspada Terhadap DBD

  • Whatsapp

CIMAHI, MEDIA3.ID.Dalam musim penghujan saat ini, cuaca ekstrim seperti ini Masyarakat Kota Cimahi lebih berhati-hati dan waspada terhadap penyakit-penyakit demam berdarah yang diakibatkan oleh nyamuk Aedes Aegepty.

Maka dari itu, dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dengan ancaman tengah mewabahnya Covid-19, Masyarakat juga harus hati-hati juga terkait wabah Demam Berdarah Dangue (DBD). Apalagi saat ini musim hujan bisa memicu perkembang biakan nyamuk aedes aegypti.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi, sepanjang tahun 2020 jumlah kasus DBD mencapai 428 orang. Empat di antaranya meninggal dunia akibat virus dangue yang bersumber dari gigitan nyamuk itu.

“Dari total kasus itu, paling banyak bulan Januari. Ada 68 kasus,” ujar Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Romi Abdurahkman, melalui staffnya Eka Febriana,

Menurut Romy, agar masyarakat diminta waspada sebab DBD sulit untuk diprediksi. Apalagi, Kota Cimahi merupakan daerah endemis DBD, yang artinya selalu ada temuan setiap tahunnya.

“Jadi memang Cimahi ini setiap tahunnya selalu ada kasus DBD, jadi kita endemis,” ulasnya.

Untuk mengatisipasi hal penyebaran DBD, masyarakat tetap harus menjalankan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, yang bertugas untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumahnya masing-masing.

Jentik nyamuk biasanya berkembangbiak dalam genangan-genangan air.

Menurutnya, jika masyarakat menjalankan PSN di rumahnya masing-masing, seperti tidak membiarkan adanya genangan air, kasus DBD pun bisa dicegah.

“Bukan cuma rumah, tapi juga di halaman sekitar rumah. Soalnya saat ini kalau bukan kita sendiri (melakukan PSN), tidak akan ada yang meriksa. Jadi periksa jentik di rumah sendiri,” imbuhnya.

Jentik nyamuk biasanya berkembangbiak dalam genangan-genangan air. Menurutnya, jika masyarakat menjalankan PSN di rumahnya masing-masing, seperti tidak membiarkan adanya genangan air, kasus DBD pun bisa dicegah.

Untuk fogging, akan tetap dilakukan berdasarkan hasil verifikasi petugas Puskesmas di lapangan.

Selain itu, kata dia, tahun ini pihaknya membagikan larvasida serbuk dan cair di wilayah yang terdapat kasus DBD. Fungsinya, untuk memberantas nyamuk yang menularkan DBD.

Berikut Rincian Kasus DBD di Kota Cimahi Sepanjang Tahun 2020

*Total 428 kasus dengan 4 meninggal

  1. Januari 68 kasus
  2. Februari 66 kasus
  3. Maret 49 kasus
  4. April 50 kasus
  5. Mei 44 kasus, 1 orang meninggal
  6. Juni 53 kasus, 2 orang meninggal
  7. Juli 31 kasus
  8. Agustus 28 kasus
  9. September 13 kasus
  10. Oktober 7 kasus, 1 orang meninggal
  11. November 12 kasus
  12. Desember 7 kasus.

(Sinta/Bagdja)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *