Plt Walikota Cimahi Ngatiyana dan jajarannya mengunjungi korban kebakaran daerah RW 07 Cipageran.
CIMAHI, MEDIA3.ID – Kebakaran yang terjadi di RW 07 Cipageran, Plta Walikota Cimahi Ngatiyana, langsung terjun kelokasi kejadian, ingin mengetahui sebab dan akibatnya terjadi kebakaran tersebut.
Musibah kebakaran tersebut terjadi pada Sabtu malam tanggal 13 Februari 2020 lalu, hingga menghanguskan rumah seorang Warga bernama Cucu yang beralamat di Gang Cihanja RT.01/RW.07 Anggaraja Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara,
Saat meninjau langsung lokasi kebakaran tersebut,
Ngatiyana datang dengan didampingi Plt. Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Fitriani Manan, Lurah Cipageran Rully Sulfanorida, perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi beserta unsur TRC, KSB, Tagana, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Cipageran, pada Selasa (16/02/21).

Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana menyampaikan rasa prihatin kepada Cucu selaku pemilik rumah atas musibah yang menimpa tempat tinggal miliknya tersebut.
“Di rumah Bapak Cucu ini terjadi kebakaran, kebetulan memang disebabkan oleh obat nyamuk, tapi semuanya ini sudah terjadi. Yang kebakar diatas tapi tidak sampai merembet ke bawah. Ini berkat kesigapan dan kerjasama serta gotong royong diantara masyarakat yang bersama-sama turun, termasuk Damkar sehingga kemarin api bisa segera dipadamkan,” ujar Ngatiyana.
Ngatiyanapun merasa bersyukur, “Alhamdulillah, semua dalam keadaan selamat, tidak ada korban jiwa tapi kerugian materi ada, mudah-mudahan cepet diselesaikan,” katanya.
Ngatiyanapun telah menyerahkan bantuan dari DinsosP2KBP3A dan BPBD yang terdiri dari 14 macam berupa peralatan dapur keluarga, selimut, makanan anak, mie instant, sembako, pakaian dalam dan sebagainya.
Dijelaskan pula oleh Ngatiyana, atas kejadian kebakaran ini, Pemerintah Daerah Kota Cimahi telah melakukan pendataan kerugian yang dialami oleh warga yang bersangkutan serta akan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyikapi potensi bencana kebakaran.
Tidak hanya itu saja, bahkan Ngatiyana juga menghimbau kepada warga dan masyarakat agar berhati hati mengunakan obat nyamuk bakar serta barang-barang lainnya yang dapat memicu kebakaran, seperti alat-alat elektronik dan kompor gas, untuk menghindari terjadinya hal serupa di masa yang akan datang.
“Jadi kepada masyarakat, kalau tidur itu kadang-kadang suka lupa menyalakan obat nyamuk dan sebagainya. Makanya naruh obat nyamuknya jangan disimpan di tempat plastik, harus dijauhkan dan dibuat tempat khususnya. Nah itu salah satunya upaya pencegahan supaya jangan sampai kebakaran terjadi lagi,” pungkasnya.. (Sinta/Bagdja)






