FGD Pencanangan Deda Sadar Kerukunan Dibuka Ngatiyana

  • Whatsapp

Plt Walikota Cimahi Ngatiyana saat membuka acara FGD di Alam Wisata Cimahi, Jalan Kolonel Masturi, Cipageran, Kota Cimahi

CIMAHI, MEDIA3.ID – Dalam acara Pencanangan Desa Sadar Kerukunan yang digelar Focused Group Discussion (FGD), yang dirangkaikan dengan pembahasan pembangunan, Madrasah Aliyah vokasional Kedirgantaraan dan dilaksanakan oleh Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Cimahi, dibuka langsung oleh Ngatiyana selaku Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cimahi, di Alam Wisata Cimahi, Jalan Kolonel Masturi, Cipageran, Kota Cimahi pada Rabu (24/02).

Menurut Ngatiyana, Cimahi merupakan kota yang memiliki tingkat keberagaman yang tinggi, baik dari sisi budaya, suku, ras, agama dan kepercayaan.

Kondisi keberagaman ini sedikit banyak akan berpengaruh terhadap kondisi sosial kemasyarakatan di Kota Cimahi.

Atas dasar itu, Dia menegaskan bahwa keberadaan Desa Sadar Kerukunan yang pelaksanaannya dipercayakan kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tidak bisa hanya sekedar simbolik, namun harus memberikan semangat kepada semua pihak, yakni semangat untuk menjadi contoh dan role model di mana sebuah komunitas masyarakat yang heterogen dapat berjalan dengan harmonis.

“Semakin hari kita semakin menghadapi tantangan dalam hal sosial kemasyarakatan. Disinilah aspek kerukunan di tengah masyarakat menjadi hal urgent bagi terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa,” ucapnya.

Karena kata Ngatiyana pula, bila masyarakat kita rukun, maka kita memiliki energi yang besar untuk bekerjasama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Ngatiyana mengajak seluruh peserta yang hadir untuk bersama-sama merumuskan konsep Desa Sadar Kerukunan yang menurut rencana akan diimplementasikan di Kelurahan Karang Mekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Menurutnya, bukan hanya Kelurahan Karang Mekar saja, namun seluruh Kota Cimahi harus dikenal publik sebagai tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi, bukan tempat yang mengkawatirkan karena rentan akan gesekan sosial.

“Sikap toleransi dan saling menghargai harus di kedepankan agar Cimahi lebih kondusif, aman, tenteram dan nyaman, terlebih di tengah situasi pandemik Covid-19 saat ini,” jelas Ngatiyana.

Sebelumnya, diketahui bahwa program desa sadar kerukunan umat beragama merupakan salah satu program unggulan pemerintah pusat yang bertujuan melestarikan pengembangan kerukunan umat beragama di daerah.

Dalam hal ini, kata Ngatiyana kembali, bahwa pemerintah pusat melalui Kemenag di tingkat Kota/Kabupaten mempercayakan FKUB setempat untuk melaksanakan kegiatan pencanangan desa sadar kerukunan agar bisa dinikmati dan dirasakan kemaslahatannya oleh masyarakat di daerah tersebut, termasuk di Kota Cimahi,

“Dimana semangat pluralisme dan toleransi antar umat beragama bisa dijalankan dengan baik,,” imbuhnya.

Adapun tujuan dari pencanangan desa sadar kerukunan adalah untuk menumbuh-kembangkan kesadaran dan kepedulian segenap komponen dalam masyarakat agar dapat memahami perannya dalam memelihara kerukunan umat beragama.

Dalam acara tersebut, hadir pula dari Perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, Kepala Kantor Kemenag Kota Cimahi, H. Munawir, M.Ag. beserta seluruh jajarannya, Wakil Ketua FKUB Kota Cimahi K.H. Hafidz Suyuti, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Cimahi Maria Fitriana, Lurah Karang Mekar Suwartono beserta perwakilan dari unsur pimpinan Madrasah Aliyah se-Kota Cimahi.

(Sinta/Bagdja)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *