KARAWANG, Media3.id- Sri Rahayu Agustina SH, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat mengatakan bahwa satgas covid-19 jangan hanya terpokus pada klaster Induatri yang kini sedang trending topik. Tapi satgas covid juga harus memperhatikan bakal ada klaster masyarakat dampak dari pembagian BST di Kantor pos tanpa protokol.
Sri Rahayu menjelaskan kepada media, ia meminta kepada Satgas Covid jangan terlalu fokus kepada klaster Industri, padahal hari ini kementian sosial sedang membagikan Bantuan Sosial Tunai Tunai (BST) di Kantor Pos tanpa memperhatikan protokol kesehatan disaat pandemi covid-19.
“saya hanya meminta kepada Satgas Covid Kabupaten Karawang, bukan hanya hari ini ramai-ramai klasternya adalah klaster Industri yang begitu rame di media bahwa klaster ini trend covid di Kabupaten Karawang. Mereka lupa bahwa hari ini kementrian sosial melalui kantor Pos membangikan BST di KabupIaten Karawang melalui desa dan melalui kelurahan”, kata Sri Rahayu di Kantor Dinsos Karawang, Selasa (12/01/20).
Lanjutnya, iapun meminta kepada satgas covid Kabupaten Karawang memperhatikan pembagian BST di Kantorpos supaya bagaimana caranya pembagian BST tersebut mematuhi protokol kesehatan dengan cara tetap menjaga komunikasi atau koordinasi antara kantor Pos dengan Satgas Covid Kabupaten Karawang.
“nah ini harus juga menjadi perhatian dari satgas covid Kabupaten Karawang dan harus ada juga koordinasi juga dengan kantor Pos ketika ada pembagian ini” jelasnya.
Sri mengaku tidak adanya koordinasi antara kantor pos dengan satgas covid tentunya menjadi cacatan tersendiri baginya. Karena dampak dari tidak memperhatikannya protokol kesehatan akan ada klaster masyarakat yang harus diperhatikan.
“Jadi ini buat saya menjadi catatan tersendiri ketika ada hal-hal yang demikian, bukan hanya klaster industri tetapi juga klaster masyarakat yang harus diperhatikan” tuturnya.
Klaster masyarakatpun bisa terjadi karena ada beberapa desa dan kelurahan membagikan BST tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Seperti yang terjadi di Kantor Pos Karawang yang berkerumun
“Karena ada beberapa kelurahan, ada desa yang menjadi zona merah. Kelurahan Karawang Kulon ini zona merah. Kemaren berkerumun lebih dari 100 orang karena mereka ingin pagi pagi semuanya dan itu tidak ada koordinasi. Koordinasinya hanya kepada Dinsos bahwa mereka akan membagikan BST ke kelurahannya masing-masing. Di Karawang Barat ada tiga Kelurahan yang membagikan BST” pungkasnya.
Dmn Hr






