Bandung, Media3.id – Memperingati Hari Pangan Sedunia, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Komisi III Fraksi Partai Demokrat, Ronny Hermawan, S.H., menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan yang berkelanjutan demi menjamin kesejahteraan dan stabilitas ekonomi masyarakat Jawa Barat.
Menurut Ronny, momentum Hari Pangan Sedunia bukan sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan ketercukupan gizi pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.
”Pangan adalah kebutuhan mendasar rakyat. Melalui momentum Hari Pangan Sedunia ini, kita harus semakin berkomitmen untuk memperkuat sistem pangan daerah. Ketahanan pangan yang kokoh akan menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,” ujar Ronny Hermawan, S.H., saat memberikan keterangannya, Jumat(16/10/2026).
Sebagai anggota Komisi III DPRD Jawa Barat yang membidangi keuangan dan perekonomian daerah, Ronny menyoroti peran penting alokasi anggaran dan investasi strategis pada sektor pertanian, peternakan, serta perikanan di Jawa Barat. Ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk terus memperkuat dukungan modal kerja, insentif, dan efisiensi rantai distribusi pangan lokal.
”Di Komisi III, kami terus mengawal kebijakan anggaran serta optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor pangan dan perdagangan agar mampu menjaga stabilitas harga serta pasokan kebutuhan pokok. Kami ingin memastikan anggaran daerah benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan sebagai garda terdepan penyedia pangan,” tegas politisi Fraksi Partai Demokrat tersebut.
Lebih lanjut, Ronny juga mengajak masyarakat Jawa Barat untuk mulai membudayakan pemanfaatan pangan lokal serta menekan angka pemborosan pangan (food waste) dalam kehidupan sehari-hari.
”Mari kita bersama-sama memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga hingga tingkat provinsi. Dukungan terhadap produk-produk pangan lokal Jawa Barat juga akan menggerakkan roda perekonomian UMKM dan petani kita sendiri,” pungkasnya.






