BANJAR, Media3.id – Lima bulan dilanda kekeringan, sekitar 1.300 warga di Karyamukti, Kota Banjar, masih menghadapi keterbatasan akses air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terdampak mendapat pasokan air melalui mobil tangki.
Penyaluran air dilakukan melalui kolaborasi Perumda Tirta Anom Kota Banjar, Kodim 0613/Ciamis dan BPBD Kota Banjar sebagai langkah penanganan terhadap kondisi kekeringan yang dialami masyarakat.
Dirut PDAM E. Fitrh Nurkamilah melalui kepala Bagian Hubungan Langganan Perumda Tirta Anom Kota Banjar, Euis Tresna Ekawati, menyebut sekitar 600 kepala keluarga atau 1.300 jiwa terdampak kondisi tersebut.
“Kurang lebih ada 600 KK, totalnya sekitar 1.300 jiwa yang terdampak,” kata Euis.Jumat (2/10/2026).
Menurut Euis, kekeringan telah berlangsung sekitar lima bulan. Kondisi itu membuat ketersediaan sumber air masyarakat semakin terbatas sehingga pasokan melalui mobil tangki diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.
Distribusi air bersih menjadi penting karena kebutuhan masyarakat terus berjalan meski sumber air mengalami penurunan. Namun, pola penanganan melalui mobil tangki pada dasarnya merupakan langkah sementara selama kondisi darurat.
Persoalan tersebut sekaligus membuka kebutuhan akan solusi yang lebih permanen bagi kawasan yang mengalami keterbatasan sumber air.
Euis berharap jaringan perpipaan Perumda Tirta Anom dapat diperluas hingga menjangkau wilayah Karyamukti.
“Harapannya mudah-mudahan Perumda Tirta Anom Kota Banjar bisa masuk untuk jalur perpipaannya ke daerah di situ,” ujarnya.
Perluasan jaringan perpipaan diharapkan dapat memberikan akses air bersih yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan demikian, ketergantungan terhadap distribusi air menggunakan mobil tangki ketika terjadi kemarau panjang dapat dikurangi.
Kondisi Karyamukti menunjukkan bahwa dampak kemarau panjang tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Selama sumber air belum kembali mencukupi dan jaringan perpipaan belum menjangkau kawasan terdampak, distribusi air bersih menjadi salah satu upaya untuk menjaga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Kolaborasi antara Perumda Tirta Anom, Kodim 0613/Ciamis dan BPBD Kota Banjar pun menjadi bagian dari respons terhadap kondisi tersebut.
Dengan sekitar 600 KK atau 1.300 jiwa terdampak, penanganan kekeringan di Karyamukti tidak hanya membutuhkan distribusi air saat kondisi darurat, tetapi juga perhatian terhadap keberlanjutan akses air bersih.
Lima bulan kekeringan menjadi gambaran bahwa bagi warga di kawasan rentan, ketersediaan air bersih bukan sekadar kebutuhan musiman, melainkan kebutuhan dasar yang harus mendapat kepastian pelayanan.
(Joe)






