Belum Masuk Tahapan, Bawaslu Banjar Sudah Panaskan Mesin Pengawasan Menuju Pemilu 2029

  • Whatsapp

BANJAR, media3.id – Meski Pemilu 2029 masih berada di depan mata, Bawaslu Kota Banjar mulai memanaskan mesin pengawasan dengan memperkuat keterlibatan masyarakat. Pendidikan pengawasan partisipatif menjadi salah satu strategi yang disiapkan untuk membangun kesadaran publik sejak jauh sebelum tahapan pemilu berlangsung.

 

Read More

Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Bawaslu Provinsi Jawa Barat. Bawaslu Kota Banjar meraih Juara 1 Pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif se-Jawa Barat.

 

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan, Pengawasan Partisipatif, dan Hubungan Antar Lembaga bersama Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Barat di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Bandung, Selasa (6/10/2026).

 

Anggota Bawaslu Kota Banjar, Wahidan, mengatakan penghargaan tersebut menjadi tambahan motivasi bagi jajaran Bawaslu Banjar untuk terus menjalankan kerja-kerja kelembagaan, termasuk pada masa non-tahapan.

 

“Penghargaan ini sebagai motivasi tambahan untuk jajaran kita di Bawaslu Banjar agar kerja-kerja kelembagaan di masa non-tahapan ini semakin masif dan berdampak,” ujar Wahidan melalui sambungan seluler.

 

Menurutnya, masa non-tahapan justru dapat dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi pengawasan dengan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kepemiluan.

 

Bawaslu Kota Banjar terus mendorong keterlibatan masyarakat melalui berbagai kegiatan pendidikan dan sosialisasi. Sasaran program tidak hanya pemilih secara umum, tetapi juga pemuda, mahasiswa, komunitas, organisasi kemasyarakatan dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

 

Wahidan menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan pemilu yang berkualitas. Pengawasan, kata dia, tidak dapat hanya dibebankan kepada jajaran Bawaslu.

 

“Bawaslu di Banjar akan terus berikhtiar agar pelaksanaan Pemilu 2029 semakin berkualitas, dengan berbagai program yang sudah kami susun,” katanya.

 

Ia menambahkan, pendidikan pengawasan partisipatif diharapkan dapat membentuk masyarakat yang lebih kritis dan memahami perannya dalam proses demokrasi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi peserta atau pemilih, tetapi juga ikut menjaga integritas penyelenggaraan pemilu.

 

Raihan penghargaan tingkat Jawa Barat tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Bawaslu Kota Banjar untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas program pengawasan partisipatif.

 

Terlebih, menghadapi Pemilu 2029, Bawaslu dituntut tidak hanya memperkuat kesiapan internal, tetapi juga membangun jejaring pengawasan bersama masyarakat dan berbagai lembaga.

 

“Pendidikan pengawas partisipatif adalah salah satu prasyarat untuk mewujudkan pemilu mendatang yang jujur dan adil. Kami akan terus bergerak,” pungkasnya.

 

(Joe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *