PASI Soroti Transparansi Dana Hibah KONI: Jangan Sampai Tata Kelola Dipertanyakan

  • Whatsapp

BANJAR, media3.id – Dinamika pasca-Musyarawah Olahraga Kota (Musorkot) VI KONI Kota Banjar 2026 tidak hanya menyisakan persoalan organisasi. Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Banjar,Aan Setiana turut menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran olahraga, khususnya dana hibah pemerintah yang diterima KONI.

Aan menilai, keterbatasan anggaran pemerintah saat ini seharusnya menjadi alasan bagi seluruh pihak untuk semakin bijak dalam mengelola setiap rupiah anggaran, bukan justru mengurangi ruang keterbukaan.

Read More

Bagi Aan, transparansi bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan cabang olahraga yang selama ini menjadi ujung tombak pembinaan dan prestasi atlet.

“Bagi kami selaku Pengcab PASI yang telah berusaha maksimal pada BK Porda hingga lolos ke Porprov, memandang perlu adanya transparansi anggaran,” demikian pernyataan nya, Minggu (30/8/2026)

Menurut PASI, pengelolaan anggaran olahraga semestinya dilandasi azas keterbukaan komunikasi serta menjunjung tinggi nilai musyawarah dan mufakat.

Terlebih, dana hibah yang bersumber dari pemerintah memiliki mekanisme pertanggungjawaban yang harus dipenuhi. Karena itu, PASI memandang peran pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan sekaligus pengawasan terhadap penerima hibah perlu diperkuat.

“Instrumen pemerintah, dalam hal ini Kadispora selaku PPK dana hibah tersebut, juga perlu mempertegas peran dan fungsinya terhadap penerima hibah, dalam hal ini KONI,” tegas PASI.

PASI menilai penguatan fungsi tersebut bukan berarti mencampuri independensi organisasi KONI. Sebaliknya, pengawasan diperlukan agar penggunaan dana hibah berjalan sesuai ketentuan, transparan, akuntabel, dan benar-benar mendukung kepentingan pembinaan olahraga.

Di sisi lain, PASI juga mendorong perhatian kepala daerah terhadap olahraga Kota Banjar ditingkatkan, baik dari sisi kebijakan anggaran maupun dukungan kebijakan lainnya.

Menurutnya, prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Dibutuhkan dukungan anggaran, pembinaan berkelanjutan, serta kebijakan pemerintah yang mampu menjawab kebutuhan cabang olahraga dan atlet.

PASI juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola keuangan daerah.

“Jangan sampai status penerima penghargaan tata kelola keuangan (WTP) malah dipertanyakan hanya karena dana hibah yang tidak terkelola dengan bijak,” demikian pernyataan PASI.

Meski menyampaikan sejumlah catatan, PASI tetap memberikan apresiasi kepada kepengurusan KONI Kota Banjar yang baru.

PASI menyampaikan selamat kepada pengurus KONI Kota Banjar periode 2026–2030 dan berharap kepengurusan baru mampu membawa olahraga Kota Banjar semakin maju dan berkembang dengan mengedepankan keterbukaan.

“Sportivitas adalah kunci. Keterbukaan juga sangat berarti,” pungkas PASI.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa persoalan tata kelola dan transparansi anggaran olahraga diharapkan dapat menjadi bagian dari evaluasi bersama, sehingga pembinaan atlet dan kepentingan cabang olahraga tetap menjadi prioritas utama.

 

(Joe)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *