Lompatan IPM Jawa Barat Diharapkan Perkuat Perputaran Ekonomi Daerah

  • Whatsapp
Anggota DPRD Jawa Barat dari Komisi 3 Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Taufik Nurrohim.

Bandung, Media3.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat mengapresiasi lonjakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat yang berhasil menyentuh angka 75,90 poin pada 2025. Capaian ini menandai pertumbuhan IPM tertinggi dalam lima tahun terakhir, yakni sebesar 1,31 persen, sekaligus menjadi peningkatan IPM terbesar secara nasional.

​Anggota DPRD Jawa Barat dari Komisi 3 Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Taufik Nurohim, menilai lonjakan IPM ini sebagai kabar gembira yang harus ditindaklanjuti dengan pengawasan anggaran serta kebijakan perekonomian daerah yang tepat sasaran.

Read More

​”Pertumbuhan IPM Jabar sebesar 1,31 persen pada 2025 ini merupakan prestasi kolektif masyarakat dan pemerintah daerah. Kenaikan sebesar 0,98 poin secara tahunan yang menempatkan Jawa Barat di posisi tertinggi secara nasional patut kita syukuri,” ujar Taufik Nurrohim saat dimintai tanggapan di Bandung, Senin (10/8/2026).

​Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, seluruh komponen pembentuk IPM mengalami percepatan. Dimensi kesehatan mencatat Umur Harapan Hidup (UHH) naik menjadi 75,53 tahun, didorong oleh peningkatan akses air minum layak serta penurunan angka rumah tangga tanpa fasilitas sanitasi yang memadai.

​Di dimensi pengetahuan, Harapan Lama Sekolah (HLS) mencapai 13,02 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) melonjak pesat sebesar 3,04 persen menjadi 9,14 tahun setara tamat jenjang SMP.
​Dari aspek ekonomi, pengeluaran riil per kapita masyarakat Jabar naik menjadi Rp12,45 juta per tahun, diiringi penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 193,92 ribu jiwa.

​Taufik Nurohim yang membidangi sektor keuangan dan aset daerah di Komisi 3 menegaskan, peningkatan pada indikator pengeluaran riil dan penurunan angka kemiskinan menjadi poin krusial yang berhubungan langsung dengan pendorong ekonomi daerah.

​”Penurunan angka kemiskinan dan kenaikan pengeluaran riil per kapita mengindikasikan daya beli masyarakat yang mulai pulih dan menguat. Dari sudut pandang Komisi 3, sinyal positif ini harus kita perkuat melalui optimalisasi pendapatan daerah, dorongan pada UMKM, serta efisiensi BUMD agar perputaran ekonomi semakin dirasakan hingga level terbawah,” jelas legislator dari Fraksi PKB tersebut.

​Lebih lanjut, Taufik mendukung penuh langkah Pemprov Jabar untuk mengejar target masuk dalam jajaran 10 besar IPM tingkat nasional. Menurutnya, Fraksi PKB di DPRD Jabar siap mengawal alokasi anggaran pembangunan agar berdampak langsung pada pengentasan kemiskinan dan pemerataan fasilitas publik di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

​”Target masuk 10 besar nasional sangat realistis jika tren positif ini dijaga. Kami di DPRD, khususnya Fraksi PKB, akan terus berkomitmen memastikan APBD Jabar dialokasikan secara presisi pada program-program produktif yang langsung menyentuh peningkatan kualitas hidup masyarakat,” pungkas Taufik.

Editor: Ajeng

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *