BANJAR, media3.id – Polemik yang sempat berkembang terkait absennya kepala daerah dalam perhelatan Hajat Bumi di Lingkungan Sumanding, Kelurahan Mekarsari, akhirnya diklarifikasi. Camat Banjar Jajat Sudrajat mengakui adanya miskomunikasi antara pihak kecamatan dan panitia, sementara budayawan memastikan tidak pernah terjadi persoalan dengan Wali Kota Banjar.
Klarifikasi tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Camat Banjar dan perwakilan budayawan serta panitia Hajat Bumi di Kantor Kecamatan Banjar, Rabu (8/7/2026).
Camat Banjar Jajat Sudrajat mengatakan kegiatan Hajat Bumi berlangsung lancar. Menurutnya, persoalan yang muncul bukan berkaitan dengan pelaksanaan acara, melainkan komunikasi mengenai kepanitiaan dan harapan agar pimpinan daerah dapat hadir.
“Yang terjadi sebenarnya hanya miskomunikasi. Ini menjadi bahan evaluasi agar koordinasi ke depan lebih baik, termasuk dalam upaya menghadirkan pimpinan daerah pada kegiatan budaya,” ujar Jajat.
Sementara itu, tokoh budayawan Muhamad Syarif Nur Hidayatullah atau Romo Syarif menepis informasi yang sempat beredar mengenai adanya persoalan antara panitia Hajat Bumi dengan Wali Kota Banjar.
Menurutnya, setelah dilakukan komunikasi langsung dengan pihak kecamatan, dipastikan informasi tersebut tidak benar dan hanya dipicu kesalahpahaman yang berkembang di luar panitia.
“Alhamdulillah semuanya sudah jelas. Tidak ada persoalan dengan Wali Kota. Informasi yang berkembang sebelumnya hanya akibat miskomunikasi,” kata Romo Syarif.
Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak agar komunikasi dalam penyelenggaraan kegiatan budaya lebih tertata sehingga tidak memunculkan persepsi yang berbeda di masyarakat.
Meski sempat diwarnai miskomunikasi, para budayawan menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Banjar. Bahkan, mereka telah menyiapkan agenda Hajat Bumi berikutnya dengan skala lebih besar melalui Gebyar Seni dan Budaya yang direncanakan melibatkan peserta dari sejumlah daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Selain melestarikan budaya, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkenalkan tradisi kepada generasi muda sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui aktivitas perdagangan selama pelaksanaan acara.
(Johan)






