Tak Kebagian Tiket, Masyarakat Manfaatkan Nobar Yang Disediakan Pemkab Sleman

  • Whatsapp
Masyarakat hadiri nobar di Pendopo Kelurahan Sinduadi untuk saksikan Laga Final Liga 2 PSS Sleman melawan Garudayaksa FC, Sabtu 9 Mei 2026 malam. Disediakan pula makanan dan minuman gratis oleh pihak Kelurahan Sinduadi. (Foto: Ahmad Fauzie media3)

 

SLEMAN (DIY), media3.id – Antusiasme masyarakat Kabupaten Sleman dan Bantul sangat tinggi menyambut laga PSS Sleman melawan Garudayaksa FC, Sabtu (9/5/2026) malam.

Sejak dua hari sebelumnya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menerima keluhan masyarakat pecinta PSS Sleman tak kebagian tiket nonton di Stadion Maguwoharjo. “Saya arahkan kepada seluruh jajaran pemerintahan Kabupaten Sleman supaya selenggarakan acara “nonton bareng” alias nobar di titik lokasi setempat yang memadai,” ungkap Harda.

Jadilah kemudian tercapai ada sejumlah 30 titik lokasi nobar di wilayah Kabupaten Sleman. Salah satunya di Pendopo Kelurahan Sinduadi Kapanewon Mlati.

Nobar Final Liga 2 PSS Sleman vs Garudayaksa FC di Pendopo Kalurahan Sinduadi pada Sabtu, 9 Mei 2026 jam 18.00 hingga 20.30 wib, berlangsung meriah. Sekitar 60 orang warga Sinduadi memanfaatkan fasilitas tersebut.

Bahkan pihak Kelurahan Sinduadi juga menyediakan paket makanan dan minuman gratis untuk warga yang hadiri nobar. “Warga yang ikut nobar di sini kami bagikan makanan dan minuman gratis, biar tambah semangat mendukung tim kesayangannya,” ucap Lurah Sinduadi, Senen Haryanto, di lokasi nobar.

Tampak hadir memantau kegiatan nobar tersebut, Kapolsek Mlati, Kompol Edi Mulyono.

Melalui drama adu penalti yang mendebarkan, Garudayaksa FC sukses menaklukkan tuan rumah PSS Sleman dengan skor total 6-5 setelah bermain imbang 2-2 hingga babak perpanjangan waktu di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5/2026) malam.

Laga final ini menyuguhkan drama intensitas tinggi selama 120 menit, sebelum akhirnya ditentukan melalui titik putih. Garudayaksa FC tampil menggebrak sejak awal. Pada menit ke-23, Alfin Kelilauw berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang PSS. Ia menyambut umpan jauh dengan sundulan akurat yang gagal dibendung kiper Ega Rizky.

Pada menit ke-35 saat wasit Yoko Suprianto menunjuk titik putih usai melakukan VAR Checking, akibat adanya dugaan pelanggaran oleh Bek senior PSS, Fachruddin Aryanto, di kotak terlarang. Everton Nascimento yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-36, mengubah skor menjadi 2-0 untuk keunggulan Garudayaksa FC hingga turun minum.

Usai turun minum, pelatih PSS, Ansyari Lubis, memasukkan Irvan Mofu untuk menggantikan Terens Puhiri. Perubahan ini membuahkan hasil pada menit ke-61. Gustavo Tocantins mencetak gol melalui tendangan keras mendatar setelah menerima umpan matang dari Saiful Djoge.

Dramatis, saat injury time Gustavo Tocantins kembali melesakkan bola ke gawang Garudayaksa FC pada menit ke-90+3. Memanfaatkan bola pantulan, tendangan kaki kirinya sukses memaksakan laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu 2×15 menit.

Setelah kebuntuan menyelimuti babak perpanjangan waktu, pemenang harus ditentukan lewat adu penalti. Dua eksekutor PSS, Kevin Gomes dan Gustavo Tocantins, gagal menunaikan tugasnya. Sedangkan di kubu Garudayaksa FC, hanya Everton Nascimento yang gagal menyarangkan bola.

Skor adu penalti berakhir 4-3 (total 6-5), memastikan trofi Pegadaian Championship 2025/2026 jatuh ke pelukan Garudayaksa FC.• (Ahmad Fauzie Mubarak media3)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *