Kabupaten Tangerang (Banten) media3.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD kabupaten Tangerang menggelar kegiatan pelayanan rawan bencana kabupaten atau kota, sub kegiatan sosialisasi komunikasi dan edukasi (KIR) (per jenis ancaman bencana tahun 2026.
Kegiatan digelar di aula Gedung BPBD lantai dua desa Kadu, kecamatan Curug, dibukan oleh kepala Badan Drs. H.Ahmad Taufik, M.Si., yang dihadiri nata sumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, (BMKG) ( kabupaten Tangerang, Selasa (13/05/2026).
Menurut Kabid bidang kesiapan pencegahan dan siap kesiagaan Budi Muhdini, S.Sos, S.IP. mengutarakan, ”
Kegiatan hari ini BPBD Kabupaten Tangerang kegiatan sosialisasi komunikasi informasi dan edukasi bagi aparat ur pemerintahan yang ada didesa. Yang kita undang sekitar 140 peserta dari ini 13 kecamatan antara lain kecamatan Balaraja, Cisoka, Jayanti, Sukamulya, kresek, gunung Kaler, mekar baru Pakuhaji, Sepatan Timur, legok, Pagedangan dan Curug.
Kegiatan BPBD mengacu kepada Perda kabupaten Tangerang nomor 7 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, merupakan dasar hukum pengaturan pencegahan, mitigasi, kesiap Siagaan, penanganan darurat dan pemulihan bencana di wilayah kabupaten Tangerang,. Sedangkan untuk kebakaran perda nomor 11 tahun 2022, ” jelas Kabid .
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada aparatur pemerintahan yang ada di desa. Mereka merupakan ujung tombak pemerintah yang ada di wilayah. Untuk call center apa bila terjadi bencana kita ada di BPBD di 112 .
Kita tujuannya kegiatan hari ini memberikan edukasi kepada aparatur desa dalam upaya pencegahan kita dalam penanggulangan bencana yang ada di kabupaten Tangerang, yang namanya bencana kan tidak bisa di prediksi kapan itu terjadinya, yang terpenting kita sudah ada siap kesiagaan dalam menangani bencana, makanya hari ini kepada peserta diberikan wawasan oleh para narasumber dari BMKG dan BPBD provinsi Banten.
Harapan kita mudah mudahan kegiatan hari ini hasilnya bisa disampaikan kemasyarakatan terkait potensi bencana yang ada di wilayah masing-masing, dan mereka selalu berhati hati dalam melaksanakan tugas, ” harap Budi.
(Dia) .






