SLEMAN (DIY), media3.id – Warga masyarakat sangat antusias. Sesaat setelah diaba-abai oleh master of ceremony (MC) acara Nyadran Ageng, Ki Jumadi, warga langsung merangsek berebut sesajian yang melekat pada tiga gunungan nyadran.
Tepat pukul 11.30 wib sesajian tiga gunungan Nyadran Ageng Jombor Lor, Minggu 8 Februari 2026, ludes dikalap warga masyarakat Padukuhan Jombor Lor Kalurahan Sinduadi Kapanewon Mlati Kabupaten Sleman.
Sebelumnya, pada pukul 08.00 wib, acara Nyadran Ageng Jombor Lor diawali dengan kirab tiga gunungan yang berisi sesajian hasil bumi, dikawal oleh barisan prajurit adat (Bregodo) menuju ke lokasi Tempat Permakaman Umum Padukuhan Jombor Lor.
Diawali pada barisan depan adalah Bregodo Junggring Seloka yang mengusung Pusaka Kyai Jombor Lor dan Gunungan RW 19 dan RW 20.
Disusul 50 meter di belakangnya, Bregodo Lembayung Senja yang mengusung Pusaka Kyai Glagah Wangi dan Gunungan RW 18.
“Nyadran Ageng Jombor Lor ini merupakan momentum nguri-nguri (merawat) tradisi spiritual jelang memasuki bulan Ramadhan. Diselenggarakan setiap 3 tahun sekali”, ungkap Kepala Padukuhan Jombor Lor, Armunandar SH, dalam sambutannya.
Nyadran itu sendiri, menurut Ketua Panitia Nyadran Ageng Jombor Lor Kyai Triyadi, merupakan wujud penguatan nilai-nilai gotong royong, sedekah, silaturahmi, dan penghormatan kepada leluhur.
“Momentum nyadran pada bulan Ruwah atau Sya’ban ini selalu dilakukan mendoakan leluhur melalui pembacaan ayat-ayat Al Quran, zikir dan tahlil”, terang Triyadi.
Disusul kemudian, tambahnya, dengan acara kembul bujono (makan bersama) sebagai wujud kebersamaan dalam mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Penyayang.• (Shaleh Rudianto media3)






