Dugaan Monopoli Pengelolaan Limbah PT UT, Ada Upaya Jegal Paksa Tanpa Melalui Mekanisme Yang Seharusnya

  • Whatsapp

jAKARTA, media3.id – Perjalanan kerjasama pengelolaan limbah antara PT United Tractors TBK (UT) dengan PT Jawa Putra Mandiri (JPM ) Jakarta Timur yang sudah terjalin dari Tahun 1974- 2026 (52 Tahun), yang selama ini berjalan dengan baik-baik saja, kini harus tercoreng dengan masuknya PT Ibid Astra Motor di tengah-tengah mereka, seiring dengan pergantian manajemen dari PT UT.

Dengan adanya keberadaan PT Ibid Astra Motor ini, dianggap menjadi sebuah ancaman kerjasama yang secara tidak langsung akan menggantikan posisi PT JPM sebagai mitra PT UT.

Read More

Hal itu disampaikan oleh Iskandar, sebagai Direktur PT JPM saat ditemui di yayasan Nur Iskandar Abadi, Rawaterate , Cakung, Jakarta Timur, Jumat (28/2/2026), sebuah yayasan yang ia kelola berkat kerjasamanya dengan PT UT .

“Kerjasama yang sudah terjalin dengan PT UT terjalin , kami salurkan untuk pendidikan bagi warga yang kurang mampu, melalui yayasan kami dimana kami sudah memiliki Raudhatul Athfal (RA) Nurul Ikhlas, setingkat paud atau Taman Kanak-kanak yang insyaallah tahun ini adalah lulusan tahun pertama,” kata Iskandar.

Selain itu, ia juga memaparkan bahwa hasil dari kerjasamanya dengan PT UT ini, ia gunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial lainnya , khususnya bagi masyarakat sekitar Rawaterate.

Dengan keberadaan PT Ibid Astra Motor, Iskandar menganggap bahwa PT Ibid hanya akan memberikan keuntungan pribadi tanpa ada dampaknya bagi masyarakat. “Keberadaan PT Ibid Astra Motor hanya akan memonopoli, apa yang menjadi bagian dari kerjasama yang telah terjalin antara kami (PT JPM) dengan PT UT, dan menguntungkan sepihak tanpa memikirkan dampak positif bagi warga sekitar, mengingat PT Ibid Astra Motor ini, hanya sebagai ‘Makelar’, dan mereka melelangkan lagi pekerjaan tersebut. Tentunya nyari untung dong,” imbuhnya.

Lebih lanjut, masih kata Iskandar, dalam sejarah perjalanan kerjasama pengelolaan limbah tersebut, PT UT telah mengalami kemajuan dan perkembangan yang cukup pesat, hingga tumbuh lebih besar seperti sekarang. Namun demikian, pergantian staff dan struktural jabatan, merupakan resiko dari pekerjaan yang tak bisa dihindari. Oleh karena itu, dengan munculnya PT Ibid Astra ini disinyalir akibat imbas dari hal tersebut.

Iskandar pun bertindak legowo, jika memang ingin mengambil kerjasama tersebut dan menggantikan keberadaan PT JPM, tentunya ada kosekuensi yang harus dipenuhi oleh PT Ibid.

“Kalau mau diambil, ya silahkan aja.. , tapi kan ada konsekuensinya biar sama-sama enak, sama-sama nyaman, toh segala sesuatunya kita bisa diskusikan baik dari pihak PT UT, PT JPM, dan PT Ibid,” tambahnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *