Banjar, Media3.id – Kegiatan Gebyar Edukasi Kesehatan dalam rangka Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 tahun 2026 resmi mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai edukasi gizi serentak terbesar di Indonesia.
Acara yang digagas Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) dan Dinas Kesehatan ini melibatkan lebih dari 55.000 siswa dari sekitar 18.000 sekolah di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
Ketua Umum DPP PERSAGI Doddy Izwardy menegaskan, rekor MURI hanyalah salah satu tujuan, namun yang utama adalah upaya jangka panjang memperbaiki kualitas gizi bangsa.
Tujuan kita hari ini, pertama insyaallah mendapatkan rekor MURI karena melakukan edukasi gizi serentak dan besar. Tapi yang paling penting, ini adalah bagian dari upaya jangka panjang memperbaiki kualitas gizi bangsa,” kata Doddy Izwardy
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 9.300 tenaga edukator gizi dan diikuti lebih dari 55 ribu peserta didik secara nasional.
Di Kota Banjar, Jawa Barat, acara dipusatkan di SMK Negeri 2 Banjar dan menjadi salah satu titik pelaksanaan tingkat kota.
Kepala SMKN 2 Banjar Nunung Erni Nuraeni menyatakan kebanggaannya atas pemilihan sekolah tersebut sebagai lokasi utama.
“Saya mewakili lembaga merasa bangga dan mengucapkan terima terima kasih karena sekolah kami, SMKN 2 Banjar dipilih sebagai lokasi kegiatan gebyar HGN tingkat Kota Banjar. Ini tentu saja menjadi sebuah kehormatan dan kebanggan bagi kami warga SMKN 2 Banjar,” ujar Nunung Erni Nuraeni.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar Saifuddin menekankan peran pelajar sebagai generasi penerus yang harus sehat dan kompetitif.
Semoga kegiatan ini menjadi momentum penting dan memberikan dukungan dalam pencapaian masa depan kita, terutama para kawula muda sebagai generasi penerus, untuk menuju Generasi Emas di Tahun 2045,” kata H. Saifuddin.
Puncak acara di Kota Banjar ditandai dengan peluncuran buku Antologi Literasi Kesehatan Versi GenZi, karya 15 siswa SMA terpilih se-Kota Banjar.
Sofian Munawar, Founder Ruang Baca Komunitas sekaligus editor buku tersebut, menilai karya ini sebagai bukti kepedulian generasi muda terhadap isu kesehatan
Buku ini menjadi bukti dan penanda penting bahwa kawula muda memiliki kepedulian soal isu kesehatan dan lebih dari itu mereka diharapkan dapat menjadi motor utama yang mendorong masyarakat menjadi literat, memiliki kesadaran dalam menjaga kesehatan sebagai salah satu modal dasar pembangunan,” pungkas Sofian Munawar.
(**)






