Anggota Komisi I DPRD Kota Cimahi, Sri Hendarsih, S.Pd., dari fraksi NasDem
CIMAHI, Media3.id – Reses Masa Persidangan III Tahun 2025 yang digelar Anggota Komisi I DPRD Kota Cimahi, Sri Hendarsih, S.Pd., dipadati warga. Sedikitnya 500 konstituen dari berbagai wilayah di Dapil 4 memenuhi GOR Amanah, Jalan Kihapit Barat RT 11 RW 9, Leuwigajah, Cimahi Selatan, untuk menyampaikan beragam aspirasi secara langsung, Sabtu (22/11/2025).
Dalam reses tersebut, Sri Hendarsih yang juga berasal dari Fraksi NasDem, menegaskan komitmennya untuk membuka ruang dialog yang lebih luas agar seluruh kebutuhan masyarakat dapat dicatat dan diperjuangkan pada pembahasan kebijakan, program, maupun anggaran di DPRD Kota Cimahi.
“Pada masa persidangan ini saya berkomitmen membuka ruang dialog seluas-luasnya agar masukan, kebutuhan, dan keluhan masyarakat dapat kami perjuangkan,” ungkapnya.
Warga dari RW 09, RW 10, RW 8, dan RW 19, dari Kelurahan Cibeber, Leuwigajah, dan Utama menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
“Keluhan terkait pelayanan publik mendominasi, terutama bidang kesehatan, pendidikan, administrasi, dan kependudukan,” ujar Sri.
Selain itu, kebutuhan akan perbaikan infrastruktur seperti jalan lingkungan, Penerangan Jalan Umum (PJU), serta penguatan sektor UMKM turut menjadi perhatian.
Diterangkan oleh Sri, isu pengelolaan sampah juga mencuat, mengingat masih adanya titik-titik yang memerlukan penanganan lebih serius.
“Warga sangat berharap pengolahan sampah dapat ditangani lebih tuntas karena masih menjadi persoalan di beberapa wilayah,” jelasnya.
Sri memaparkan bahwa sejumlah usulan yang muncul pada reses tahap pertama hingga ketiga sebelumnya belum dapat direalisasikan karena masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2026. Meski demikian, beberapa program sudah melalui proses survei oleh dinas terkait.
“Di antaranya adalah perbaikan jalan setapak, penambahan penerangan jalan, dan beberapa infrastruktur dasar lainnya,” bebernya.

Program Rutilahu pun menjadi salah satu aspirasi yang banyak disampaikan warga, mengingat masih adanya rumah yang belum tersentuh bantuan.
“Dan saya akan kembali mendorong program Rutilahu ini dalam pembahasan anggaran,” imbuhnya.
Lebih lanjut Sri mengemukakan, bahwa isu bantuan sosial juga disoroti, khususnya terkait akurasi penerima manfaat. Warga berharap bansos dapat lebih tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang masih belum mendapatkan bantuan.
“Pelayanan BPJS Kesehatan, termasuk pembuatan BPJS mandiri, turut menjadi harapan masyarakat agar dapat dipermudah,” katanya.
Di sektor pendidikan, Sri menyebutkan bahwa beberapa capaian sudah terlihat, seperti penanganan anak putus sekolah dan bantuan pendidikan yang mulai berjalan.
“Tetapi meski demikian, penguatan sarana dan akses pendidikan tetap diperlukan,” ucapnya.
Sri Hendarsih berharap aspirasi yang disampaikan warga dalam reses ini dapat menjadi perhatian pemerintah kota dan direalisasikan melalui program-program yang tepat sasaran.
“Harapan kami, seluruh program pemerintah dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Kami akan terus memperjuangkan setiap aspirasi yang disampaikan,” tandasnya.
(Sinta)







