Anggota Komisi IV DPRD Kota Cimahi dari Fraksi NasDem, Jeli Farina, M.Pd
CIMAHI, Media3.id – Persoalan sekitar 70 rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kelurahan Pasirkaliki menjadi sorotan utama dalam Reses Masa Persidangan III Tahun 2025 yang digelar Anggota Komisi IV DPRD Kota Cimahi dari Fraksi NasDem, Jeli Farina, M.Pd, yang berlangsung di Villa Skaters, Jl. Budi No. 90, Pasirkaliki, Cimahi Utara, pada Sabtu (22/11/2025).
Dalam reses tersebut, Jeli mengundang 500 konstituen yang terdiri dari 300 warga Kelurahan Pasirkaliki dan 200 warga Kelurahan Cibabat, yang merupakan bagian dari Dapil 2 Cimahi.
Reses digelar dalam dua sesi, sesi pertama pukul 08.00–10.00 WIB dan sesi kedua pukul 10.00–12.00 WIB.

Usai reses, Jeli menjelaskan tentang persoalan mengenai 70 rumah tidak layak huni. Warga mengeluhkan bahwa pengajuan bantuan rutilahu yang semula diajukan ke provinsi justru dialihkan ke kecamatan sehingga membuat puluhan rumah gagal mendapatkan perbaikan. Dan tidak memungkinkan untuk Jeli menuntaskan semua 70 rumah sekaligus.
“Dari 70 rumah itu tentu tidak mungkin bisa langsung ditangani. Maka dari itu saya memilih 10 rumah untuk saya masukkan ke dalam Pokir, supaya bisa segera diperjuangkan,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat agar sisanya dapat ikut didorong melalui jalur provinsi.
Selain rutilahu, warga juga banyak mengajukan kebutuhan perbaikan infrastruktur seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) dan paving blok.
Menurut Jeli, beberapa aspirasi masyarakat dari reses-reses sebelumnya sudah terealisasi.
“Alhamdulillah, dari beberapa reses yang kita lakukan sudah ada yang terealisasi. Untuk rutilahu, ada dua rumah yang sudah selesai. Kemudian paving blok beberapa hari lalu dikerjakan di RT 4 RW 9 dan RT 1 RW 16,” bebernya.

Ia mengungkapkan bahwa program lanjutan untuk perbaikan infrastruktur juga tengah berjalan.
“Insya Allah bulan Desember, setelah proses survei, pekerjaan paving blok dan PJU akan dilakukan di RT 4 RW 10 Cibabat dan RT 1 RW 8 Pasirkaliki,” ujarnya.
Jeli menekankan bahwa aspirasi masyarakat harus benar-benar diperhatikan dan direalisasikan oleh pemerintah.
“Ketika masyarakat menyampaikan aspirasi, itu karena mereka benar-benar butuh. Saya sudah lihat langsung ke lapangan. Pemerintah wajib memenuhi permintaan masyarakat karena ini demi kesejahteraan mereka,” tegasnya.
Jeli berharap dengan adanya reses ini, Kota Cimahi semakin berkembang.
“Harapan saya Cimahi menjadi kota yang lebih happy, seperti slogannya Wali Kota kita. Masyarakatnya lebih smart, anak-anak bisa sekolah tanpa drama, dan tidak ada lagi kesulitan saat ingin masuk rumah sakit,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Cimahi Utara, Ade Ikhsan, yang turut hadir memenuhi undangan Jeli Farina menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan reses tersebut.
“Saya selaku Ketua DPC Cimahi Utara yang membawahi empat kelurahan dari Partai NasDem, bersyukur karena kegiatan hari ini berjalan lancar, dihadiri pengurus DPC, dan respon masyarakat juga luar biasa. Tadi saya lihat undangan berjumlah 500 orang, tetapi yang hadir bahkan melebihi jumlah tersebut. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan reses dan keinginan kuat mereka untuk menyampaikan aspirasi,” ujarnya.
Terkait aspirasi masyarakat, Ade mengatakan bahwa pihaknya dan seluruh struktur partai akan terus mendorong agar usulan warga diperjuangkan.
“Tadi kita menyaksikan langsung berbagai aspirasi seperti rutilahu, PJG, jalan setapak, paving blok, hingga bantuan sosial lainnya. Semuanya disampaikan kepada Ibu Dewan untuk dibantu agar bisa terealisasi. Sebagai Ketua DPC, saya tentu mendorong Ibu Jeli Farina dan juga rekan-rekan di DPRD agar aspirasi masyarakat ini terus diperjuangkan,” tegasnya.
Ade juga berharap pemerintah lebih peka terhadap kebutuhan warga.
“Karena ini aspirasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, pemerintah harus peduli untuk merealisasikannya. Pemerintah dan DPRD harus bersinergi memperjuangkan harapan-harapan masyarakat,” tandasnya.
(Sinta)






