Tedi Arista, pegiat aksara sunda: Soroti Kontroversi Penulisan Aksara Sunda Kuno di Tugu Perbatasan Kota Banjar

  • Whatsapp

Tugu perbatasan provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah 

Kota Banjar, Media3.id  – Seorang pegiat aksara Sunda, Tedi Arista, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kesalahan penulisan Aksara Sunda Kuna pada tugu perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah yang terletak di wilayah Kota Banjar. Menurutnya, tulisan aksara yang terpasang di tugu tersebut tidak hanya keliru secara teknis, tetapi juga kehilangan makna yang seharusnya terkandung dalam pesan budaya tersebut.

Read More

 

Tedi menyoroti adanya ketimpangan antara aspek estetika dan esensi makna kalimat dalam penulisan aksara tersebut. “Memang secara visual terlihat menarik, namun jika dibaca dengan benar menurut kaidah Aksara Sunda Kuna, tulisan itu tidak memiliki makna apa pun. Bahkan, beberapa huruf ditulis secara keliru,” ujarnya.

 

Sebagai pemerhati dan pelestari budaya lokal, Tedi merasa penting untuk menyampaikan kritik konstruktif agar pihak terkait memberikan perhatian lebih terhadap kesalahan ini. Ia menilai, tugu perbatasan yang seharusnya menjadi simbol identitas budaya Jawa Barat justru berpotensi menjadi sumber miskonsepsi tentang aksara dan bahasa Sunda.

 

“Ini bukan sekadar soal estetika. Penempatan aksara di ruang publik harus mencerminkan ketepatan budaya dan nilai sejarah. Jika dibiarkan, kesalahan ini akan mengaburkan pemahaman generasi mendatang tentang kekayaan budaya kita,” tegasnya.

 

Tedi berharap adanya tindak lanjut dari pemerintah daerah maupun pihak pembuat tugu untuk melakukan revisi dan konsultasi dengan para ahli bahasa dan aksara Sunda. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menyikapi representasi budaya di ruang publik, agar tidak hanya indah dipandang, tetapi juga benar secara makna dan nilai.

 

(Degum)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *