KARAWANG, Media3.id – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat di Jalan Dr Radjiman Nomor 06 menggelontorkan anggaran Rp 1.077.918.600 untuk merehab gedung SMAN 1 Tirtajaya, Kabupaten Karawang
Adapun nama pekerjaannya Rehabilitasi Bangunan Sekolah Terdampak Bencana SMA Negeri 1 Tirtajaya, Kabupaten Karawang yang dikerjakan PT Rajawali Citra Kontruksi INC berkantor di Kp Pagersari No 09, Desa/Kelurahan Cibeunying, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.
Rehabilitasi gedung SMAN 1 Tirtajaya kini menjadi sorotan publik, pasalnya, Sampai saat ini SMAN 1 Tirtajaya tidak pernah terkena dampak bencana alam maupun bencana lainnya karena sebelum di rehab bangunan milik SMAN 1 Tirtajaya masih ditempati sebagaimana biasanya. Hal ini disampaikan oleh Pemuda Tani Tirtajaya Ade Suryana.
Ade menjelaskan bahwa gedung yang saat ini direhab oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat kondisinya baik-baik saja tidak ada kerusakan yang signifikan, kalaupun ada kerusakan hanya rusak ringan bisa diperbaiki menggunakan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOS).
“Saya melihat tidak ada kerusakan yang fatal apalagi terdampak rencana. Karena sepengetahuan saya bangun yang direhab tersebut kondisinya baik-baik saja dan masih digunakan sebagaimana biasanya. Walaupun ada kerusakan hanya rusak ringan bisa diperbaiki menggunakan dana BOS,” kata Ade kepada wartawan, Rabu (22/10/25)
Bukan tanpa alasan apa yang disampaikan oleh Ade, Karena kata dia dari rumah tempat tinggalnya hanya beberapa kilo meter dan masih satu kecamatan sehingga dapat dengan mudah saya bisa melakukan kontrol sosial.
“Kan tempat tinggal saya tidak jauh hanya beberapa kilo meter saja dengan SMAN 1 Tirtajaya, jadi bisa dikatakan tahu soal kondisi bangunan yang direhab oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat,” ucapnya.
Ade Berharap Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV dapat menjelaskan kepada publik soal Rehabilitasi Bangunan Sekolah Terdampak Bencana SMAN 1 Tirtajaya agar tidak ada cemburu sosial terhadap sekolah lain.
“Saya berharap Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui KCD Pendidikan Wilayah IV bisa menjelaskan kepada publik. Karena masih ada sekolah yang kondisinya rusak parah tapi belum direhab sehingga terjadi cemburu sosial,” pungkasnya.
Reporter: Daman Huri





