JOGJA (DIY), media3.id – Pameran Serat Holistik Kehidupan Susilawati Susmono digelar di Gedung Saraswati Museum Negeri Sonobudoyo Kota Jogja, tanggal 2 hingga 17 Agustus 2025. Diselenggarakan oleh Yayasan Riyadhatul Ihsan bekerja sama dengan ISAQ Gallery Jogja dan Laboratorium Karakter Susilawati Susmono, serta didukung oleh Museum Serat Holistik Kehidupan Susilawati Susmono (SHKSS).
“Pameran ini menampilkan karya-karya Susilawati Susmono, yang berupa buku, lukisan, manuskrip serat, sastra kriya, musik, lagu, hingga karya ilmiah. Kesemuanya mencerminkan pencarian makna hidup secara menyeluruh atau holistik”, ungkap Yuni Budiastuti, edukator pameran kepada media3.id, Minggu (3/8/2025).
Melalui pameran ini, lanjut Yuni, diharapkan masyarakat dapat menghayati pentingnya kebentukan karakter diri yang berakar pada kebudayaan bangsa sendiri sebagai fondasi menuju kehidupan yang bermakna.
Diangkatnya tema “Hamemayu Hayuning Sarira”, ungkap Yuni, karena merupakan konsep luhur bermaknakan upaya mengembangkan potensi diri secara fisik, mental, dan spiritual demi terwujudnya pribadi yang utuh dan berkualitas.
“Nilai tersebut merupakan bagian dari ajaran Trihayu yang diajarkan oleh Ki Hadjar Dewantara yang berakar dari filosofi “Hamemayu Hayuning Bawana” dari Sultan Agung”, jelas Yuni.
Diketahui, pameran ini dikuratori oleh Dr. Drs. Ki Hajar Pamadhi, MA yang juga Ketua Barahmus DIY, dan sedianya secara resmi dibuka oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, namun batal hadir.
Tampak pula menyertai acara pembukaan berupa penampilan budaya tembang Jawa Asmaradana dan Dhandanggula oleh Wahono Simbah, serta penampilan dalang Ki Dwija Supriyadi dari kelompok Taman Sesaji Nusantara.
Pada bagian lain, Yuni mengatakan selama masa pameran, masyarakat juga dapat mengikuti rangkaian kegiatan pendukung, seperti talkshow, bedah karya, dan apresiasi seni.
“Acara ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Museum Sonobudoyo yang memberikan bantuan teknis, perizinan, dan publikasi”, pungkas Yuni.• (Shaleh Rudianto media3)






