Kajangkoso, Misteri Geliat Merti Dusun Dan Situs Purba Terpendam Sumber Air

  • Whatsapp

MAGELANG (Jateng), media3.id – Merti Dusun [Bersih Dusun; red] merupakan upacara adat tradisional Jawa yang dilakukan oleh masyarakat di suatu dusun atau desa sebagai pengungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki, hasil panen, keselamatan, dan kedamaian yang telah diberikanNya.

“Secara harfiah, kata ‘merti’ berarti memelihara atau membersihkan”, ungkap Kristiyanto, Kepala Dusun Kajangkoso, Selasa (5/8/2025).

Dikatakannya, Merti Dusun dilakukan dengan semangat gotong royong, seluruh warga dusun terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk para pemuda. Warga biasanya mempersembahkan hasil bumi.

“Hasil bumi dan berbagai perlengkapan upacara diarak menuju tempat tertentu, seperti makam leluhur dusun, kemudian doa bersama dilakukan. Kami mensyukuri bahwa sumber air di dusun kami ini telah mencukupi kebutuhan hidup rumah tangga dan persawahan warga”, terang Kristiyanto.

Usai berdoa bersama, rangkaian acara dilanjutkan dengan kembul bujono [makan bersama; red].

“Nasi tumpeng yang mengerucut ke atas (puncak), di bawahnya dikelilingi aneka lauk pauk. Melambangkan kerukunan seluruh warga dusun. Artinya, warga yang beragam kepribadiannya tersebut manunggal [menyatu; red] dalam kebersamaan dan kekeluargaan”, jelas Kristiyanto.

Diketahui pula, di Dusun Kajangkoso ini terdapat situs purba berupa tumpukan batu yang terstruktur. Keberadaannya terpendam di area persawahan dan irigasi.

Adanya situs ini memperkuat analisis para arkeolog yang menyebutkan bahwa Kecamatan Dukun sejatinya adalah pusat peradaban purba sebelum Borobudur yang dibangun pada abad ketujuh, yang terkubur oleh erupsi gunung Merapi.

Terlebih posisinya yang terletak di dekat ruas jalan menuju ke arah pos pengamatan Gunung Merapi Babadan.• (Azdha Noor K media3)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *