Melda Megawati Ketua Lembaga YPMIPA
Bandung, Media3.id – Yayasan Pembina Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (YPMIPA) menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui partisipasi aktifnya dalam Konferensi Nasional Campus Leaders Program (CLP) Batch 10 yang diinisiasi oleh Bakrie Center Foundation. Rabu, (24 Juni 2025).
Menurut Melda Megawati Ketua Lembaga YPMIPA, BCF sebagai lembaga filantropi yang berkomitmen pada pengembangan kepemimpinan dan kapasitas pemuda, sejak awal menghadirkan CLP sebagai wadah nyata untuk mendorong pemuda berkolaborasi langsung dengan lembaga mitra di berbagai daerah.
“Konferensi ini menjadi titik temu strategis antara para SDGs Hero—sebutan bagi peserta CLP—dengan pemerintah, akademisi universitas, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta, untuk mempresentasikan gagasan dan prototipe program yang mereka rancang selama empat bulan magang di lembaga penempatan.” Jelasnya kepada media.
Lanjutnya, dalam upaya mewujudkan target SDGs 4.6 terkait peningkatan literasi dan numerasi, YPMIPA memperkenalkan program ARUNA 2025 (Aksi Ruang Numerasi dalam Narasi) sebagai langkah inovatif untuk memperkuat pemahaman literasi finansial di kalangan pemuda usia 15 hingga 40 tahun.
“Program ini menggabungkan media kreatif berupa film pendek Catatan Bima dan diskusi pakar untuk menumbuhkan kesadaran serta kemampuan pengelolaan keuangan secara praktis dan emosional.” Ucap Meilda.
YPMIPA memilih pendekatan, karena dinilai lebih inklusif dan menarik dibandingkan metode edukasi konvensional seperti seminar atau latihan tertulis, yang sering kali terasa kurang relevan bagi anak muda di era digital.
Melalui film pendek, materi literasi finansial yang kompleks dapat dikemas menjadi narasi yang menyenangkan, aplikatif, dan mudah dipahami. Dalam film Catatan Bima, konsep-konsep keuangan disisipkan ke dalam dinamika kehidupan sehari-hari, sehingga penonton dapat memahami konteks secara emosional dan logis.
Menurut Melda Megawati, pilihan pendekatan ini juga tidak terlepas dari berbagai penelitian sebelumnya yang menegaskan efektivitas media naratif dalam pembelajaran, salah satunya oleh Mitchell & Lusardi, yang menemukan bahwa mikrosimulasi empatik atau pembelajaran berbasis cerita dan sudut pandang karakter terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman ekonomi secara emosional dan praktis.
“YPMIPA memilih menggunakan media kreatif berupa film pendek Catatan Bima sebagai cara untuk meningkatkan literasi finansial generasi muda.” Pungkasnya.
Melda menambahkan, pendekatan ini dipilih karena dinilai lebih inklusif dan menarik dibandingkan metode edukasi konvensional seperti seminar atau latihan tertulis, yang sering kali terasa kurang relevan bagi anak muda di era digital.
Melalui film pendek, materi yang kompleks dapat dikemas menjadi cerita yang menyenangkan dan mudah dipahami. Dalam Catatan Bima, konsep literasi finansial disisipkan ke dalam konteks kehidupan sehari-hari, sehingga terasa lebih dekat dan aplikatif.
“Program ARUNA 2025 juga memanfaatkan pendekatan naratif untuk membangun empati terhadap tantangan finansial sehari-hari, dari kebutuhan dana darurat hingga pengendalian perilaku konsumtif.” Ungkap Melda Megawati.
Analisis menunjukkan peningkatan kesadaran finansial peserta setelah intervensi, dengan penggunaan kata kunci seperti “bijak”, “mengatur”, dan “prioritas” yang lebih dominan pasca-program.
Menurut Melda, kehadiran YPMIPA dalam Konferensi Nasional CLP Batch 10 ini mempertegas peran penting lembaga pendidikan non-profit dalam merancang intervensi yang efektif, berbasis data, dan menjawab tantangan nyata di masyarakat.
Di tengah agenda besar konferensi yang juga dihadiri oleh tokoh nasional seperti Menteri Kesehatan RI, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, dan para pemimpin sektor swasta, YPMIPA turut menjadi bagian dari ekosistem inovasi yang menyoroti pentingnya solusi akar rumput.
Dalam Konferensi Nasional CLP Batch 10 ini juga sekaligus meresmikan prosiding yang salah satunya berasal dari praktik baik mahasiswa magang penempatan YPMIPA pada CLP Batch 9.
Peluncuran ini diresmikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha; Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, TB. Chaerul Dwi Sapta; Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Yos Sunitiyoso; Manager Monitoring & Evaluasi Sekretariat Nasional SDGs Bappenas, Gantjang Amanullah; Presiden Direktur PT. Persada Capital Investment, Arini Subianto; Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi; dan Chief Executive Officer Bakrie Center Foundation, Jimmy Gani.
Selain peresmian tersebut, agenda Konferensi Nasional juga disi oleh presentasi dari setiap lembaga dan terdapat sesi apresiasi dalam CLP 10 Awards. BCF selaku penyelenggara turut mengapresiasi keberagaman pendekatan yang diusung oleh para peserta, termasuk YPMIPA, sebagai cermin dari semangat kolaborasi dan relevansi lokal dalam mendorong percepatan pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
“Dengan program ARUNA 2025, YPMIPA berharap dapat memperkuat ekosistem edukasi finansial yang inklusif, adaptif, dan selaras dengan semangat SDGs 2030.” Tutupnya.






