Kota Banjar, Media3.id- kirab budaya janur dari desa dan kelurahan se-Kota Banjar yang tampil melintas Jalan Letjen Suwarto Banjar berhasil menghibur ribuan masyarakat Kota Banjar dan sekitarnya, Selasa (25/2/2025).
Terkait kejuaran dari helaran seni ini, dikatakan H.Supriana, ini hanya daya dorong atau motivasi agar para pelaku seni di Desa dan Kelurahan di Kota Banjar terangsang daya cipta dan karsanya untuk majunya khasanah seni helaran di Kota Banjar kedepan.
“Ini merupakan ungkapan rasa syukur kehadirat Alloh SWT, bertepatan di Bulan Februari ini secara birokrasi terpisah dari Kabupaten Ciamis, sejak 21 Februari 2003,” ujarnya.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, H.Kaswad, bersamaan festival momen memeriahkan Hari Jadi Ke-22 Kota Banjar, diundang hadir 5 peserta bintang tamu dari Kabupaten Ciamis hadir. Yaitu, seni wayang limbah awi (Waliwi) Cisaga, Buta Kalaras (Panjalu), Wayang Landung (Panjalu), Buta Batok (Baregbeg) dan Singa Lugay (Sukadana).
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Tatang Heryanto, menjelaskan, dari 25 peserta desa kelurahan se-Kota Banjar, Juara 1 Desa Binangun, Juara 2 Desa Sukamukti dan Juara 3 Desa Cibeureum. ” Desa Binangun menampilkan seni jurig sarengseng, Desa Sukamukti Leong Saba Purba Peti dan Desa Cibeureum Seni Manuk Janur ,” ucap H.Tato, nama akrabnya.
Jurig Sarengseng merupakan kesenian khas dari Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Jurig Sarengseng ini biasa ditampilkan saat acara hajatan dan Ngarumat Jagat. Adapun sejarah singkat dan filosofi Kesenian Jurig Sarengseng ini menggambarkan sosok hantu gaib yang terbuat dari bambu dan dimainkan oleh sekelompok orang dengan diiringi tabuhan khas seni Sunda. Kesenian ini memiliki filosofi untuk menjaga dan melestarikan alam. Jurig Sarengseng juga merupakan bentuk seni budaya ngarumat jagat untuk menjaga dan melestarikan alam Desa Binangun. Saat tampilan, Jurig Sarengseng didandani dengan makeup serba hitam legam dan kostum khas yang terbuat dari limbah alam seperti bambu, injuk, dan kayu. Penampilan Jurig Sarengseng diiringi dengan tabuhan angklung sebagai pengantar tarian.
Adapun pesan dari Kesenian Jurig Sarengseng itu agar manusia di bumi dapat menjaga, melestarikan, dan merawat alam sebagai warisan leluhur. Jurig Sarengseng sebagai Ikon Seni Budaya Kota Banjar. Diharapkan ini menjadi ikon seni budaya Kota Banjar. Kesenian ini telah banyak dikenal oleh masyarakat luas dan sering ditampilkan dalam berbagai acara budaya. Prestasi Kesenian Jurig Sarengseng, diantaranya Juara ketiga dalam karnaval Asia Afrika, Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kemendikbud. Penampilan Kesenian Jurig Sarengseng.
(Kris )






