CIMAHI, Media3.id – Focus Group Discussion (FGD) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan secara serentak di 6 kelurahan Kecamatan Cimahi Tengah, yang meliputi Kelurahan Baros, Kelurahan Cigugur Tengah, Kelurahan Cimahi, Kelurahan Karangmekar, Kelurahan Padasuka dan Kelurahan Setiamanah, beberapa pekan yang lalu.
Maka, hasil pembahasan dari FGD dan Musrenbang ditiap-tiap kelurahan Kecamatan Cimahi Tengah tersebut, dibahas kembali dalam FGD tingkat Kecamatan Cimahi Tengah Tahun 2025, yang dilaksanakan di aula Kantor Kecamatan Cimahi Tengah, Jalan Terusan No. 44, Cimahi Tengah, Selasa (4/2/2025).
Hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Sekda Kota Cimahi Dr. Maria Fitriana, Bina Wilayah (Binwil) Kecamatan Cimahi Tengah, Kepala OPD yang menjadi Binwil Kelurahan di Kecamatan Cimahi Tengah, Camat Cimahi Tengah Asep Bachtiar, para Lurah se Kecamatan Cimahi Tengah, Ketua LPM Kecamatan Cimahi Tengah, Ketua LPM tiap-tiap kelurahan Kecamatan Cimahi Tengah, para Ketua RW, para Tokoh Masyarakat setempat, Lembaga Kemasyarakatan, dan para tamu undangan lainnya.
FGD tingkat Kecamatan Cimahi Tengah Tahun 2025 menghasilkan 3 prioritas utama di masing-masing bidang.
Seperti apa yang diungkapkan oleh Camat Cimahi Tengah Asep Bachtiar bahwa pihaknya telah melaksanakan kegiatan FGD tingkat Kecamatan Cimahi Tengah Tahun 2025 dengan lancar.
“Dan Alhamdulillah telah menghasilkan beberapa skala prioritas pembangunan dari empat bidang utama, yakni bidang Infrastruktur/Fisik, bidang Pemerintahan, bidang Sosial Budaya dan bidang Ekonomi yang akan ditindaklanjuti dalam Musrenbang Tingkat Kota Cimahi,” ucap Asep.
Kegiatan yang dihadiri oleh 145 peserta ini, sambung Asep, telah menghasilkan berbagai usulan yang menjadi skala prioritas pembangunan dari keempat bidang tersebut.
“Di bidang Ekonomi ada 3 usulan prioritas utama, yaitu peningkatan kesempatan kerja melalui program JOB FAIR, bantuan modal bagi pelaku usaha UMKM, dan pelatihan kewirausahaan,” terangnya.
Kemudian di bidang Fisik, terdapat 3 usulan prioritas utama juga.

“Meliputi, pengadaan lahan dan pembelian mesin pengolahan sampah berkapasitas 250 ton/hari, pengadaan sarana prasarana penanganan sampah 3R, dan pembangunan drainase lingkungan,” ungkap Asep.
Selanjutnya di bidang Pemerintahan, kata Asep, terdapat 3 usulan tertinggi pula, yaitu penghapusan sistem zonasi di sekolah negeri, operasi pasar murah dan gas 3 kg, dan juga peningkatan pelayanan administrasi publik (kependudukan).
Yang terakhir, yang menjadi prioritas utama dalam bidang Sosial Budaya.
“Mencakup Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), peningkatan perlindungan sosial warga miskin, dan pemerataan bantuan sosial (bansos-red),” beber Asep.
Menurut Asep, seluruh hasil dari FGD ini akan dibawa ke tahap selanjutnya pada Musrenbang Partisipatif tingkat Kecamatan Cimahi Utara Tahun 2025 yang dijadwalkan pada Kamis (6/2/2025) untuk proses pengesahan.
“Kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses perencanaan pembangunan
yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat di Kecamatan Cimahi Tengah,” tandasnya.
Dr. Maria Fitriana selaku Pj. Sekda Kota Cimahi sangat mengapresiasi atas partisipasi aktif dari seluruh peserta FGD dalam menyampaikan aspirasi pembangunan untuk Kecamatan
Cimahi Tengah.
“Usulan-usulan yang telah disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam perencanaan pembangunan ke depan,” ujar Pipit, sapaan akrabnya.
Dengan terlaksananya FGD ini, Pipit harapkan dapat menghasilkan program
pembangunan yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat
Kecamatan Cimahi Tengah.
(Sinta)






