Dinkes Cimahi Lakukan Pemantauan Secara Intensif pada Para Jemaah Haji 2024

  • Whatsapp

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Kota Cimahi Mohammad Dwihadi Isnalini

CIMAHI, Media3.id – Beberapa waktu yang lalu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Kota Cimahi, Mohammad Dwihadi Isnalini menerangkan, bahwa pihaknya akan fokus terhadap penyakit Endemik bawaan dari jemaah haji yang baru pulang dari tanah suci Arab Saudi.

Read More

 

Penyakit Endemik tersebut seperti Meningitis dan Covid-19, memang gejalanya ringan seperti batuk dan pilek.

 

“Hal ini bagi para jemaah haji Kota Cimahi akan dipantau dengan ketat, jangka waktu selama 21 hari dan hal itu akan dipantau oleh Puskesmas di wilayah masing-masing,” tukas Dwihadi.

 

Disamping itu, Dwihadi menyarankan ke setiap para jemaah haji yang baru datang dari tanah suci untuk segera melapor ke Puskesmas terdekat apabila mengalami gejala sakit seperti flu atau batuk.

 

“Bagi para jemaah haji yang mengalami gejala sakit, agar sesegera mungkin melaporkan ke setiap Puskesmas-puskesmas sesuai tempat tinggal jemaah tersebut, dan jika diperlukan dapat pula diberi rujukan ke rumah sakit dengan menggunakan BPJS,” harapnya.

 

Ditegaskan pula oleh Dwihadi kepada setiap jemaah haji harus bahkan wajib mempunyai asuransi BPJS sebelum berangkat ke tanah suci.

 

“Apalagi yang mempunyai riwayat penyakit tertentu, karena biasanya setelah pulang haji, para jemaah mengalami kelelahan, hal ini yang dapat memicu kambuhnya penyakit, seperti hipertensi, sehingga wajib dilaporkan ke Puskesmas,” ungkapnya.

 

Maka dari itu, pihaknya mempunyai tanggung jawab moral untuk melakukan pemantauan secara intensif.

 

“Pemantauan ini yang akan berlangsung selama 21 hari setelah kepulangan para jemaah ke Indonesia,” terang Dwihadi.

 

Bahkan, jika ada laporan sakit dari salah satu jemaah, maka petugas di lapangan akan memastikan penanganannya secara cepat.

 

“Untuk jemaah dari Kelurahan Cibabat, misalnya pemeriksaan kesehatan awal dilakukan di Puskesmas Cimahi Utara. Mereka dikoordinir oleh pemegang program haji di Puskesmas yang sudah memiliki data jemaah haji yang terdata di wilayah tersebut,” beber Dwihadi kembali.

 

Tapi sejauh ini pihak Dinkes melakukan pemantauan terhadap Jemaah haji yang pulang dari naik haji dan berdasarkan laporan dari para tenaga kesehatan dan para medis di Puskesmas, telah melaporkan kepada Dwihadi, bahwa jemaah haji Kota Cimahi tidak ada yang mengalami penyakit serius lainnya.

 

“Dalam kepulangan haji, tidak ada satu jemaah haji pun yang ditemukan punya penyakit lain, selain batuk dan pilek,” tutur Dwihadi.

 

Begitu pula disampaikan oleh pihak Kementerian Agama Kota Cimahi, bahwa proses kepulangan jemaah haji kloter 58 berjalan dengan lancar.

 

“Dari total 202 jemaah yang berangkat, 199 orang kembali ke tanah air karena ada 3 jemaah yang wafat di Arab Saudi. Sedangkan untuk kloter 30, satu orang yang wafat,” terang Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) pada Kemenag Kota Cimahi Nandang Rahayu.

 

Selain itu, menurut Nandang, pihak Kementerian Agama Kota Cimahi juga mengamankan barang-barang para jemaah haji Kota Cimahi termasuk koper bawaannya.

 

“Semua para jemaah haji diberikan kupon untuk pengambilan barang-barang yang dititipkannya di Pusdikpom Cimahi,” tutupnya.

 

(Sinta)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *