Kantor Kementerian Agama kabupaten Tangerang Sosialisasi Program Sertifikasi WHO 2024 Gratis 

  • Whatsapp

Kepala KUA kecamatan kosambi Hasanudin S.Ag bersama kepala desa Rawa Burung Damhuri pendamping Awaludin dan kordinator penyuluh KUA itu Badriah

Kabupaten Tangerang (Banten), media3.id – Menindak lanjuti surat edaran kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif nomor SE/2/PP.00.01,//MK/2024 tertanggal 25 Maret 2024, tentang sertifikasi halal produk makanan dan minuman untuk usaha wisata dan ekonomi kreatif dan surat Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Menindak lanjuti surat edaran kementerian agama Provinsi Banten tangga 18 April 2024 nomot B- 322/ KW.28.02.05/ PW.01/ 04/2024 terkait permohonan kerjasama kegiatan Wajib Halal Oktober ( WHO) 2024. Juga berkerjasama dengan KEMENPAPEKRAF bagi para pelaku usaha didesa wisata untuk mendorong ” destinasi wisata moeslem friendly ini tourism and Indonesian moeslem Travel index, bagi para pelaku usaha kreatif yang berada diwilayah Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan kosambi.

Read More

 

sosialisasi Wajib Halal Oktober 2024 (WHO) nasional menargetkan 10 juta para pelaku usaha kreatif mendapatkan Sertifikasi gratis para pelaku usaha kreatif juga dibuatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) oleh para penyuluh dari KUA kecamatan kosambi. Kegiatan dilakukan di aula kantor Desa Rawa Burung, kecamatan Kosambi kabupaten Tangerang pada hari Sabtu (4 April 2024).

 

Hadir pada acara kegiatan sosialisasi program sertifikasi kepala desa Rawa Burung Damhuri, kepala KUA kecamatan kosambi Hasanudin S.Ag, kordinator penyuluhan KUA Siti Badriah, ketua PKK desa Rawa burung, Awaludin pendamping dari BPJPH kabupaten Tangerang, serta para pelaku UMKM usaha ekonomi kreatif desa Rawa Burung.

 

Para pelaku usaha kreatif rumahan dtang ke kantor desa dengan antusias sambil membawa produk istri rumahan mereka, peti kripik pisang, ikan asin, telur asin, keripik kembang Teuleng, minuman kembang Teuleng dan banyak produk rumahan lainnya.

 

Menurut kordinator penyuluh dari KUA kecamatan kosambi Siti Badriah mengatakan, peserta yang hadir dari kalangan usaha home industri yang ada didesa Rawa Burung walau pelaku usaha hanya Belawan orang saja, namun satu pelaku usaha bisa memiliki lebih dari satu produk. Bahkan satu pelaku usaha memiliki lebih dari 5 produk, mereka juga sedang kami buatkan NIB. Kegiatan ini serentak dan ini perdana. Dilakukan didesa rawa Burung,” jelas Siti Badriah.

 

Tambah Siti Badriah , Sertifikasi halal ini serentak di seluruh Indonesia dan tingkat kabupaten juga sudah mulai hari ini dilakukan serentak hari ini,” jelasnya

 

tambahnya, program WHO ini bagus sekali dan sangat bermanfaat bagi masyarakat khusunya para pelaku usaha rumahan atau para pengusaha yang sudah memiliki omset kemana- mana , penting sekali untuk memilik sertifikasi halal dan kita usahakan juga untuk NIB, agar bermanfaat bagi para pelaku usaha rumahan ini,” tegas Siti Badriah.

 

Menurut awaludin pendamping BPJPH dari kantor kementerian Agama Kabupaten Tangerang mengatakan , sosialisasi program sertifikasi halal ini untuk makanan basah dan kering. Namun untuk produk hewan potong seperti ayam dan sapi itu ada proses sembelih untuk sertifikasi halal tidak bisa dilakukan oleh sendiri pendamping, namun harus ada sidak dari Sucofindo mengenai kehigenisan ini laboratorium dan sebagainya. Yang gratis di program WHO ini untuk semua makan dan minuman diluar produk dari daging sapi dan ayam,” jelas Awaludin .

Menurut kepala KUA Kecamatan Kosambi Hasanudin S.Ag mengatakan , ” Masya Desa Rawa Burung sangat antusias dengan dilihatnya banyak pendaftaran hasil produk mereka untuk mendapatkan sertifikasi halal . Kegiatan ini sudah digiatkan dari pemerintah pusat sampai daerah, ” Tegal kepala KUA.

 

 

Lanjutnya, “Hari ini sertifikasi WHO ,2024 target nasional 10 juta, serentak di wilayah kabupaten Tangerang dan nasional, Kegiatan sosialisasi program sertifikasi halal produk pelaku usaha didesa wisata bertujuan untuk mendorong destinasi wisata moeslem . Agar para pelaku usaha kreatif yang ada dilokasi destinasi wisata memiliki NIB dan Sertifikasi WHO,,” jelas kepala KUA.

 

Pada kesempatan lain pelaku saha keripik pisang Stela mengatakan sangat terbantu dengan adanya program sertifikasi wajib halal gratis sehingga usaha mendapatkan level halal sehingga usaha akan bisa lebih berkembang lagi kedepannya” ,harap Stela.

 

(Dia)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *